Pemkab Manggarai Barat Gelar Expo Ekonomi Kreatif 2025 di Labuan Bajo
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggelar Expo Ekonomi Kreatif 2025 pada 10–11 Desember di Labuan Bajo. Kegiatan dua hari ini menjadi ajang bazar UMKM, pertunjukan seni, dan jejaring usaha bagi 50 peserta ekonomi kreatif lokal.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menggelar Expo Ekonomi Kreatif 2025 di Labuan Bajo pada 10–11 Desember 2025 sebagai ajang promosi dan pemasaran produk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Expo ini diselenggarakan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat sebagai kegiatan akhir tahun dan berlangsung selama dua hari di kawasan taman kota Labuan Bajo, yang dalam pemberitaan lain disebut berada di area belakang Kantor PUPR Manggarai Barat.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat Stefanus Jemsifori menyatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada pelaku UMKM yang sedang tumbuh dan berkembang. Menurut dia, expo menjadi ruang pemasaran bagi produk ekonomi kreatif dan UMKM untuk mendukung peningkatan ekonomi daerah.
Stefanus mengaitkan penguatan ekonomi kreatif dengan posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional. Ia menekankan bahwa pengembangan produk UMKM, seni, dan budaya lokal penting untuk menunjang pengalaman wisatawan dan nilai ekonomi sektor pariwisata.
Stan pameran menawarkan produk kuliner, fesyen, dan kerajinan, serta produk kuliner olahan yang dibina pemerintah daerah dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Manggarai Barat. Pemberitaan lain menyebut masyarakat diundang menikmati bazar UMKM, pertunjukan musik dan seni, serta berbagai hasil ekonomi kreatif dari pelaku lokal selama expo berlangsung.
Menurut laporan, total terdapat 50 peserta yang mengikuti Expo Ekonomi Kreatif 2025 dan dua sekolah di Labuan Bajo turut memeriahkan acara melalui pementasan kesenian. Peserta berasal dari berbagai pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Manggarai Barat, dengan stan yang menampilkan produk dan layanan mereka kepada pengunjung.
Platform pemasaran dan jejaring
Pemerintah daerah menempatkan Expo Ekonomi Kreatif sebagai platform pemasaran dan jejaring bagi pelaku UMKM, tidak hanya sebagai ajang pamer produk.
Dalam pemberitaan mengenai pengembangan ekonomi kreatif di Manggarai Barat, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan, Yoseph E.N. Nahas, menjelaskan bahwa dukungan pemerintah diarahkan untuk memberikan kepastian modal usaha dan menjaga kualitas hasil produk pelaku ekonomi kreatif. Prinsip itu sejalan dengan tujuan penyelenggaraan expo sebagai sarana memperluas akses pasar dan memperkuat promosi produk.
Yoseph mendorong pelaku usaha memanfaatkan kegiatan yang difasilitasi pemerintah untuk membangun citra produk, meningkatkan visibilitas, serta memperluas jejaring dengan calon pembeli dan mitra usaha. Pendekatan ini juga terlihat dalam pernyataannya bahwa kolaborasi dan adaptasi menjadi kunci pengembangan potensi lokal.
Expo Ekonomi Kreatif 2025 melanjutkan pola kegiatan pemasaran yang digelar pemerintah daerah dan mitra di Labuan Bajo, seperti Teras Ekraf yang berkonsep pasar akhir pekan dengan tujuan memperluas akses pasar dan promosi produk UMKM dan ekonomi kreatif lokal.
Rangkaian kegiatan dan konteks pariwisata
Selain bazar UMKM, expo di Labuan Bajo menampilkan pertunjukan seni, musik live, dan penampilan kreatif lain dari pelaku lokal. Kehadiran dua sekolah dengan pementasan kesenian menunjukkan keterlibatan komunitas pendidikan dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Pemerintah daerah memaknai expo sebagai bagian dari strategi menjadikan Labuan Bajo sebagai kota kreatif, dengan kegiatan yang menghubungkan sektor ekonomi kreatif dan seni budaya. Labuan Bajo sendiri diposisikan sebagai destinasi pariwisata prioritas yang tidak hanya menawarkan Taman Nasional Komodo, tetapi juga desa wisata, produk UMKM, serta kekayaan budaya dan adat.
Dalam berbagai kegiatan lain sepanjang 2024–2025, pemerintah daerah dan mitra seperti Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores menggelar pelatihan, pasar kreatif, dan fasilitasi pembiayaan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Expo Ekonomi Kreatif 2025 berada dalam rangkaian upaya tersebut untuk membuka akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Sejauh ini, pemberitaan resmi mengenai Expo Ekonomi Kreatif 2025 di Labuan Bajo belum merinci nilai transaksi, jumlah produk terjual, maupun tindak lanjut kerja sama dagang setelah kegiatan berakhir. Namun pemerintah daerah menegaskan bahwa inovasi, adaptasi, dan kolaborasi menjadi dasar pengembangan potensi lokal, termasuk melalui penyelenggaraan expo dan kegiatan pendukung lainnya.
Sumber
Berita berikutnya

Pemkab Manggarai Barat Perkuat Perlindungan Pekerja Migran dan AKAD
Pemkab Manggarai Barat memperkuat koordinasi perlindungan pekerja migran Indonesia dan tenaga kerja antardaerah. Sepanjang 2025, tujuh PMI dan 122 ten…
Baca juga




