Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pemkab Manggarai Barat Fasilitasi BPJS Darurat bagi Korban Gempa 7,7

Pemkab dan Polres Manggarai Barat memfasilitasi kepesertaan BPJS Kesehatan darurat bagi korban luka gempa magnitudo 7,7 yang dirawat di tenda evakuasi RS Siloam Labuan Bajo.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Kepolisian Resor Manggarai Barat memfasilitasi kepesertaan BPJS Kesehatan darurat bagi korban luka gempa bumi magnitudo 7,7 yang dirawat di tenda evakuasi di pelataran RS Siloam Labuan Bajo, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut mengguncang Nusa Tenggara Timur pada pukul 05.58 WITA, dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Guncangan dirasakan hingga Labuan Bajo, Manggarai Barat, dan memicu kepanikan warga serta keretakan bangunan.

Menurut laporan Suara Nusantara dan informasi resmi kepolisian, puluhan pasien RS Siloam Labuan Bajo dan RSUD Komodo dievakuasi ke area terbuka untuk mengantisipasi gempa susulan dan risiko kerusakan struktur bangunan. Di pelataran RS Siloam Labuan Bajo didirikan tiga tenda darurat oleh tim gabungan TNI-Polri dan tenaga medis, dilengkapi tempat tidur lipat, ambulans, dan fasilitas pertolongan pertama.

Kepesertaan BPJS Kesehatan darurat diserahkan langsung oleh Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K., yang hadir bersama pejabat pemerintah daerah di lokasi evakuasi. Salah satu penerima yang disebut adalah Daniel Paju, 30 tahun, warga terdampak yang dirawat di tenda penampungan.

Menurut keterangan yang disampaikan dalam laporan kepolisian dan pemberitaan Suara Nusantara, BPJS Kesehatan darurat ditujukan bagi korban gempa yang membutuhkan layanan medis segera dan belum memiliki perlindungan jaminan kesehatan aktif. Langkah ini diambil agar pelayanan medis tidak terhambat persyaratan administrasi kepesertaan biasa.

Pelayanan di tenda darurat RS Siloam Labuan Bajo

Laporan dari Suara Nusantara dan media nasional menyebut, pasca-gempa, tim gabungan TNI-Polri dan tenaga medis mengevakuasi puluhan pasien rawat inap RS Siloam Labuan Bajo dan RSUD Komodo ke tenda darurat di pelataran rumah sakit. Di RS Siloam, tiga tenda darurat didirikan, terdiri atas dua tenda Polri dan satu tenda Lanal Labuan Bajo. Tenda-tenda tersebut digunakan untuk merawat pasien rawat inap dan korban luka gempa yang membutuhkan observasi maupun tindakan medis awal.

Dokkes Polres Manggarai Barat menyediakan layanan pertolongan pertama, sementara ambulans disiagakan untuk rujukan dan penanganan lanjutan. Pendataan korban dan kerusakan bangunan dilakukan secara paralel di kawasan perkotaan, pesisir, dan pedalaman Manggarai Barat.

BMKG mencatat bahwa gempa berkekuatan 7,7 tersebut berpotensi tsunami, dengan peringatan siaga di beberapa wilayah pesisir termasuk Manggarai Barat bagian utara. Di Labuan Bajo, tsunami setinggi sekitar 0,36 meter tercatat pada pagi hari, sebelum BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami.

Cakupan dan celah informasi BPJS darurat

Dari informasi yang tersedia, BPJS Kesehatan darurat dipaparkan sebagai jaminan kesehatan sementara yang difasilitasi pemerintah daerah dan kepolisian untuk korban gempa yang belum terlindungi jaminan kesehatan ketika membutuhkan perawatan segera. Kepesertaan ini diberikan langsung di lokasi tenda evakuasi, tanpa prosedur pendaftaran normal.

Namun, laporan resmi belum merinci kategori peserta, durasi perlindungan, maupun batas layanan yang dijamin. Keterangan mengenai apakah BPJS darurat juga mencakup warga yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan aktif, anggota keluarga korban, atau pasien yang menjalani rawat jalan belum dijabarkan dalam pemberitaan.

Informasi teknis seperti nomor kepesertaan darurat, jenis pelayanan yang dapat diakses di luar tenda darurat, serta prosedur setelah masa tanggap darurat gempa NTT selesai juga belum dijelaskan. Pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan kesehatan di tingkat provinsi saat ini fokus pada penanganan darurat, termasuk penetapan status tanggap darurat bencana di NTT dan di Kabupaten Manggarai.

Bagi warga terdampak di Manggarai Barat, sumber informasi utama tentang BPJS Kesehatan darurat adalah petugas kesehatan di tenda evakuasi, pejabat pemerintah daerah yang bertugas di posko, dan petugas BPJS Kesehatan di fasilitas layanan kesehatan. Mengingat banyaknya warga yang mengungsi dan kebutuhan layanan kesehatan darurat di berbagai kabupaten terdampak gempa Flores, kejelasan tertulis mengenai kriteria penerima, fasilitas yang dapat digunakan, dan masa berlaku jaminan menjadi penting bagi korban dan keluarga.

Selain penyaluran BPJS Kesehatan darurat di Labuan Bajo, pemerintah daerah dan aparat keamanan di Manggarai Barat juga menggelar patroli dan sosialisasi agar warga mengikuti informasi resmi BMKG dan pemerintah terkait gempa susulan dan kondisi pesisir. Pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung seiring penanganan darurat gempa di Nusa Tenggara Timur.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.