Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pemkab Manggarai Barat Dampingi 25 UMKM Kuliner Kampung Ujung

Pemkab Manggarai Barat mendampingi 25 pelaku UMKM kuliner di pusat kuliner Kampung Ujung, Labuan Bajo, melalui pelatihan food safety, sanitasi, pelayanan, dan perhitungan harga pokok produksi sebagai bagian dari penataan tata kelola pasca…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendampingi 25 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di pusat kuliner Kampung Ujung, Labuan Bajo, untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan serta pengelolaan usaha mereka. Kegiatan pendampingan ini berlangsung pada 11 Juni 2024 dan melibatkan perangkat daerah terkait bersama perguruan tinggi vokasi setempat.

Pendampingan difokuskan pada perbaikan praktik food safety, pelayanan kepada konsumen, dan kemampuan pelaku usaha menghitung harga pokok produksi (HPP) agar penetapan harga menu lebih terukur. Pemerintah daerah menargetkan Kampung Ujung tetap menjadi pusat kuliner yang melayani wisatawan dan warga lokal dengan standar layanan yang jelas dan dapat dipercaya.

Pendampingan food safety dan pengelolaan usaha

Pemerintah daerah menggandeng Politeknik eLBajo Commodus melalui program pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM kuliner. Menurut laporan Jurnal Flores, materi kegiatan mencakup pendampingan food safety, sanitasi dan higiene, pelayanan prima, serta penguatan kapasitas pengelolaan usaha bagi 25 pelaku UMKM yang membuka lapak di Kampung Ujung.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon, menjelaskan bahwa pelaku usaha memiliki latar belakang pengalaman dan pendidikan yang beragam, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan. Pendampingan lanjutan dirancang secara berkelompok agar persoalan dalam masing-masing unit usaha dapat dibahas dan dicarikan solusi bersama.

Pendampingan antarpelaku usaha atau peer to peer juga akan difokuskan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) melalui sesi berbagi pengalaman. Materinya mencakup perhitungan HPP dan penetapan harga menu berdasarkan biaya usaha yang riil, bukan semata mengikuti harga pelaku lain.

Satgas dan pengawasan harga di Kampung Ujung

Kegiatan pendampingan ini berkaitan dengan penataan kembali pusat kuliner Kampung Ujung setelah muncul keluhan wisatawan mengenai harga makanan dan minuman yang dinilai mahal dan viral di media sosial pada awal Juni 2024. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat merespons dengan membentuk satuan tugas yang terdiri dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengawasi harga makanan di Kampung Ujung.

Rapat koordinasi pembentukan satgas berlangsung di Labuan Bajo pada Senin, 3 Juni 2024, dipimpin Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng. Dalam rapat tersebut dilakukan analisis penyebab keluhan wisatawan dan disusun sejumlah rekomendasi penataan tarif di pusat kuliner. Satgas diminta menggunakan data lengkap sebagai pegangan dalam bertindak terhadap pelaku usaha.

Menurut keterangan yang dikutip Liputan6.com dan Koran Timor, rekomendasi pemerintah daerah mewajibkan pelaku usaha di Kampung Ujung mencantumkan daftar menu dan harga makanan dan minuman secara jelas kepada pelanggan. Setiap pelaku usaha juga diwajibkan menyediakan timbangan digital untuk mengukur berat ikan yang dijual sehingga konsumen dapat melihat takaran sebelum transaksi.

Kampung Ujung sebagai etalase kuliner

Pusat kuliner Kampung Ujung merupakan salah satu etalase kuliner Labuan Bajo dengan puluhan pelaku UMKM yang mengolah aneka hidangan laut bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Sejumlah kegiatan pemerintah dan lembaga lain, seperti akselerasi sertifikasi halal serta program gastrodiplomasi Kementerian Luar Negeri, juga memanfaatkan lokasi ini untuk menampilkan produk kuliner lokal.

Menurut Jurnal Flores, pendampingan terhadap 25 pelaku UMKM kuliner pada Juni 2024 dipandang sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola usaha di Kampung Ujung setelah sorotan atas harga kuliner. Pemerintah daerah menekankan bahwa pembenahan mutu, keamanan pangan, keterbukaan harga, dan pelayanan ramah menjadi prasyarat agar pusat kuliner ini tetap menarik sebagai tujuan wisata kuliner di Manggarai Barat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.