PAD Pariwisata Manggarai Barat Turun Jadi Rp6,07 Miliar
PAD Manggarai Barat dari retribusi pariwisata pada 2023 hanya Rp6,07 miliar dari target Rp11 miliar, meski kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 423.847 orang.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manggarai Barat dari retribusi pariwisata pada 2023 tercatat Rp6,07 miliar, sekitar 55 persen dari target Rp11 miliar, meski kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 423.847 orang menurut Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Pius Baut pada 22 Januari 2024.
Realisasi PAD retribusi pariwisata itu lebih rendah dibandingkan 2022, ketika pemerintah kabupaten menerima lebih dari Rp9,4 miliar dari pungutan tiket masuk di sejumlah destinasi wisata.
Data tersebut menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung tidak langsung menaikkan penerimaan daerah dari retribusi pariwisata.
Sumbangan Taman Nasional Komodo
Menurut pemberitaan detikBali, pada 2022 lebih dari Rp8,7 miliar dari total Rp9,4 miliar PAD retribusi pariwisata Manggarai Barat berasal dari pungutan di kawasan Taman Nasional Komodo (TN Komodo).
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kemudian menghentikan seluruh pungutan retribusi daerah di dalam kawasan TN Komodo sebagai tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia yang menilai adanya pungutan ganda terhadap wisatawan oleh Balai TN Komodo dan pemerintah daerah.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi memerintahkan penghentian semua penerimaan retribusi dalam kawasan TN Komodo, penarikan petugas pemungut retribusi, serta evaluasi peraturan daerah terkait objek retribusi di kawasan tersebut melalui surat tanggal 22 Mei 2023.
Penghentian pungutan retribusi daerah di TN Komodo dinyatakan berlaku mulai Rabu, 24 Mei 2023.
Dampak terhadap PAD Pariwisata
Pius Baut menjelaskan bahwa PAD 2023 sebesar Rp6,07 miliar berasal dari pungutan tiket masuk di sejumlah destinasi wisata yang dikelola pemerintah kabupaten, di luar kawasan TN Komodo.
Ia menyebut turunnya PAD retribusi pariwisata berkaitan dengan hilangnya sumber penerimaan terbesar dari pungutan di TN Komodo setelah kebijakan penghentian retribusi daerah dalam kawasan tersebut.
Dengan tidak adanya lagi retribusi daerah di TN Komodo, penerimaan bergeser ke destinasi lain yang berada di luar kawasan taman nasional dan kegiatan wisata di perairan yang tidak termasuk wilayah TN Komodo.
Retribusi di Destinasi Lain
Sejak diberlakukannya Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2023 tentang pajak dan retribusi daerah, pemerintah kabupaten menata kembali tarif tiket masuk destinasi wisata yang dikelola Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan.
Pius Baut menjelaskan bahwa mulai 1 Januari 2024 tarif tiket masuk ke destinasi wisata yang dikelola pemerintah kabupaten ditetapkan Rp50 ribu untuk wisatawan asing dan Rp20 ribu untuk wisatawan nusantara, dengan kategori wisatawan lokal digabung sebagai wisatawan nusantara.
Kebijakan tarif baru itu berlaku, antara lain, di Puncak Waringin dan sejumlah objek wisata lain di Labuan Bajo.
Kunjungan Wisatawan
Pius Baut menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Manggarai Barat pada 2023 mencapai 423.847 orang dan melampaui target kunjungan.
Kunjungan tersebut didominasi wisatawan mancanegara, dengan 239.149 wisatawan mancanegara dan 184.698 wisatawan nusantara sepanjang 2023.
Data itu menunjukkan Labuan Bajo tetap menarik bagi wisatawan, sementara penerimaan PAD dari retribusi pariwisata menghadapi penyesuaian akibat perubahan kebijakan pungutan di TN Komodo.
Sumber
- detikBali - Ironi Pariwisata Labuan Bajo: Kunjungan Turis Meningkat, PAD Justru Turun
- TribunFlores - Karcis Masuk Sejumlah Tempat Wisata di Labuan Bajo untuk Wisatawan Lokal Naik
- Okebajo.com - Ini Dasar Bupati Mabar Hentikan Pungutan Retribusi Daerah di TN Komodo
- VoxNtt.com - Karcis Masuk Puncak Waringin untuk Wisatawan Lokal Naik 100 Persen
Berita berikutnya

Nanas Kampung Ndole Mulai Pasok Pasar Labuan Bajo
Nanas dari Kampung Ndole, Desa Golo Damu di Kecamatan Mbeliling, mulai memasok pasar Labuan Bajo melalui pedagang pengumpul.
Baca juga




