Pelindo Labuan Bajo Catat Arus Peti Kemas Sekitar 450 Box per Bulan
Pelindo Labuan Bajo menyebut arus peti kemas di Terminal Multipurpose Labuan Bajo relatif stabil, sekitar 450 box per bulan. Data operasional 2021–2022 menunjukkan arus kontainer yang konsisten.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Labuan Bajo menyebut arus peti kemas di Terminal Multipurpose Labuan Bajo relatif stabil, dengan rata-rata sekitar 450 box per bulan. Dalam laporan T3M.co.id, General Manager Pelindo Labuan Bajo Dimaz Yuliono mengatakan upaya itu ditempuh untuk menarik lebih banyak pengguna jasa memakai peti kemas.
Pelindo mendorong pengiriman barang melalui peti kemas karena moda itu dinilai lebih aman dan lebih mudah ditangani. Perusahaan juga menyasar potensi kargo dari wilayah hinterland Manggarai Barat agar barang keluar-masuk Labuan Bajo lebih banyak diangkut dengan kontainer.
Data operasional yang dikutip T3M.co.id menunjukkan terminal Multipurpose Labuan Bajo menangani 4.768 box dan 4.770 TEUs selama April sampai Desember 2021. Pada Januari 2022, arusnya tercatat 486 box dan 486 TEUs. Laporan itu juga menyebut fasilitas pendukung operasi terdiri atas satu reach stacker, satu forklift, serta dua trailer dan chassis.
Terminal Multipurpose Wae Kelambu dibangun untuk melayani lalu lintas logistik dan bongkar muat komoditas, termasuk peti kemas, general cargo, dan curah cair. Kementerian Perhubungan menyebut terminal itu mulai dibangun pada Agustus 2020 dan selesai pada April 2021.
Pelindo sebelumnya menjelaskan terminal tersebut mulai beroperasi pada April 2021. Dalam keterangan perusahaan, fasilitas itu diposisikan sebagai pelabuhan logistik yang memisahkan arus barang dari aktivitas pariwisata di Labuan Bajo.
Selain itu, Pelindo menargetkan peningkatan layanan agar peti kemas menjadi pilihan pengiriman yang lebih efisien. Perusahaan juga mengandalkan penawaran tarif yang kompetitif untuk mendorong penggunaan terminal oleh pengguna jasa di Manggarai Barat.
Data yang dikutip dari laporan operasional belum merinci komoditas yang diangkut maupun asal-tujuan kargo. Namun, angka yang tersedia menunjukkan terminal ini sudah menangani arus peti kemas secara rutin sejak 2021.
Catatan data:
- Rata-rata arus: sekitar 450 box per bulan.
- April–Desember 2021: 4.768 box dan 4.770 TEUs.
- Januari 2022: 486 box dan 486 TEUs.
- Peralatan pendukung: satu reach stacker, satu forklift, dua trailer dan chassis.
Sumber
Berita berikutnya

Nanas Kampung Ndole Mulai Pasok Pasar Labuan Bajo
Nanas dari Kampung Ndole, Desa Golo Damu di Kecamatan Mbeliling, mulai memasok pasar Labuan Bajo melalui pedagang pengumpul.
Baca juga




