Panen Golo Ketak, Jagung 7 Ton per Hektare pada 2022
Laporan panen padi dan jagung di Desa Golo Ketak pada 28 Februari 2022 mencatat produktivitas jagung sekitar 7 ton per hektare dan harga Rp3.500 per kilogram.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Panen raya padi dan jagung di Desa Golo Ketak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, pada Senin, 28 Februari 2022, dilaporkan menghasilkan lebih dari 30 karung dari lahan seperempat hektare menurut Victory News Manggarai Barat.
Laporan yang sama menyebut jumlah itu meningkat dibandingkan panen tahun sebelumnya yang mencapai 27 karung. Namun, laporan tidak merinci berat per karung dan jenis komoditas di setiap karung.
Angka panen dan harga jagung
Petani Golo Ketak, Mateus Rambuka, menyatakan hasil panen padi dan jagung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Padi digunakan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga dan sebagian digiling lalu dijual ke Labuan Bajo dan wilayah sekitar.
Untuk jagung, Victory News Manggarai Barat menulis kelompok tani di Golo Ketak mengelola lahan sekitar 12 hektare dengan produktivitas sekitar 7 ton per hektare. Jagung dibeli pengepul dengan harga sekitar Rp3.500 per kilogram.
Menurut keterangan Mateus yang dikutip dalam laporan tersebut, tanah yang subur dan ketersediaan air irigasi membantu meningkatkan hasil panen. Ia juga menjelaskan budidaya padi membutuhkan biaya lebih besar, terutama untuk pupuk urea dan NPK, sementara budidaya jagung dinilai memerlukan biaya lebih rendah.
Data yang tercantum dalam laporan Victory News Manggarai Barat antara lain:
- Panen Golo Ketak: lebih dari 30 karung dari lahan seperempat hektare.
- Panen tahun sebelumnya: 27 karung.
- Produktivitas jagung kelompok tani: sekitar 7 ton per hektare.
- Harga jagung: sekitar Rp3.500 per kilogram.
- Luas lahan jagung kelompok tani: sekitar 12 hektare.
Angka “30 karung” tidak dapat langsung dibandingkan dengan produktivitas 7 ton per hektare karena laporan tidak menjelaskan apakah karung berisi padi, jagung, atau campuran keduanya. Berat bersih per karung dan kadar air hasil panen juga tidak dijelaskan.
Perbandingan dengan Golo Ronggot dan program TJPS
Masih menurut Victory News Manggarai Barat, di Desa Golo Ronggot, Kecamatan Welak, petani Maria Jenanut mencatat kenaikan tajam hasil jagung di lahan seluas 4 hektare. Pada 2021, hasil jagung sekitar 3 ton, sementara pada 2022 meningkat menjadi sekitar 7 ton setelah menggunakan obat Atonik.
Maria berharap pemerintah menyediakan mesin pengering jagung untuk menurunkan kadar air dan memperbaiki mutu hasil. Permintaan ini menunjukkan bahwa volume panen bukan satu-satunya penentu pendapatan petani; penanganan pascapanen seperti pengeringan dan waktu penjualan juga berpengaruh.
Pada tahun yang sama, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mulai menjalankan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Desa Golo Lajang Barat, Kecamatan Pacar, dengan komoditas jagung hibrida di lahan sekitar 40 hektare. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Manggarai Barat, Laurens Halu, menjelaskan penanaman TJPS mundur dari rencana November 2021 menjadi Februari 2022 karena keterlambatan pendistribusian benih.
Laurens Halu menyampaikan harapan agar TJPS memperkuat pasokan pangan dan mendorong masyarakat tidak hanya bergantung pada beras. Laporan Victory News tidak memuat data hasil panen TJPS maupun evaluasi lanjutan program.
Gambaran produksi kabupaten dan tren setelah 2022
Selain laporan desa, Victory News Manggarai Barat juga mengutip data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang menyebut produktivitas padi rata-rata di Manggarai Barat meningkat dari sekitar 4,94 ton per hektare pada 2021 menjadi sekitar 6,7 ton per hektare per November 2022. Kenaikan itu mencakup gabungan padi sawah dan padi ladang.
Namun, data resmi terperinci per kecamatan mengenai jagung dan padi setelah 2022 tidak tercantum dalam kedua laporan Victory News. Dokumen statistik kecamatan dari Badan Pusat Statistik memberikan angka luas tanam, luas panen, dan produksi jagung di berbagai wilayah Manggarai Barat, tetapi tidak memuat informasi spesifik tentang Golo Ketak, Golo Ronggot, atau hasil program TJPS di Golo Lajang Barat.
Berbagai keterangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan produksi pada contoh lahan tertentu di Golo Ketak dan Golo Ronggot antara 2021 dan 2022. Untuk menilai apakah tren kenaikan produksi berlanjut setelah 2022 di tingkat kabupaten, dibutuhkan deret data resmi yang berurutan tentang luas panen, produksi total, produktivitas per hektare, dan harga di setiap kecamatan.
Sumber
Berita berikutnya

Geo Dipa Klaim Potensi Panas Bumi Wae Sano 44 MW
PT Geo Dipa Energi menyebut potensi panas bumi Wae Sano sekitar 44 MW dan menjamin tidak ada relokasi warga dalam rencana eksplorasi.
Baca juga



