Kabar Labuan Bajo

Kamis, 15 Oktober 2026

Flores Timur Kembangkan 500 Hektare Kakao pada 2026

Pemerintah Flores Timur menyiapkan pengembangan kakao melalui perluasan lahan 500 hektare di 32 desa pada 11 kecamatan. Program ini didukung APBN 2026 sebesar Rp30,8 miliar.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dua buah kakao menggantung di dahan pohon di antara dedaunan hijau.
Ilustrasi: Dua buah kakao menggantung di dahan pohon di antara dedaunan hijau. · Foto: Valeria Drozdova / Pexels

Flores Timur — Pemerintah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp30,8 miliar untuk mengembangkan tanaman kakao di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Program yang diberitakan pada 14 Oktober 2026 itu menargetkan perluasan lahan hingga 500 hektare di 32 desa pada 11 kecamatan.

Program ini mencakup wilayah daratan Flores Timur serta Pulau Adonara dan Solor. Dinas Perkebunan Flores Timur menyiapkan 500 ribu anakan kakao, dengan alokasi sekitar 1.000 bibit per hektare. Sebanyak 33 kelompok tani menjadi sasaran penerima bantuan.

Dukungan anggaran juga mencakup biaya hari orang kerja (HOK) sebesar Rp1,6 juta per hektare. Untuk lahan seluas 500 hektare, total anggaran HOK mencapai Rp800 juta. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung tenaga kerja dalam penanaman, sementara kelompok tani diharapkan memastikan bibit ditanam dan dirawat.

Perluasan kakao membuka peluang bagi petani Flores Timur

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan wilayah Flores, program ini menunjukkan upaya pemerintah memperkuat komoditas perkebunan rakyat di Nusa Tenggara Timur. Pengembangan sentra kakao di Flores Timur dapat memperluas kegiatan ekonomi pertanian dan memperkuat rantai pasok kakao di tingkat daerah.

Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada penyaluran bibit. Pemeliharaan kebun, pemangkasan, serta pengendalian hama dan penyakit menjadi bagian penting agar tanaman tumbuh dan menghasilkan. Pemerintah juga menyebut kondisi pertumbuhan di setiap wilayah akan memengaruhi hasil pengembangan.

Program ini ditargetkan berjalan melalui keterlibatan kelompok tani di wilayah penerima. Selain perluasan areal tanam, dukungan tersebut diharapkan membantu mengembangkan kembali kakao sebagai salah satu komoditas perkebunan Flores Timur.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.