Kabar Labuan Bajo

Minggu, 4 Oktober 2026

Mengapa Enam Kabupaten Flores Masuk Kelompok Adaptivitas Rendah?

Peta BPS yang dianalisis RRI menempatkan enam kabupaten Flores dalam kelompok Low-Low pada 2024. Kondisi ini menunjukkan pemulihan ekonomi pascagempa perlu dilakukan bertahap.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Suasana jalan Flores, Nusa Tenggara Timur.
Ilustrasi: Suasana jalan Flores, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Labuan Bajo — Analisis RRI yang menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut enam kabupaten di Pulau Flores masuk kelompok rendah-rendah pada peta klaster spasial skor adaptivitas tahun 2024. Temuan itu diterbitkan pada 1 Oktober 2026 dalam konteks pemulihan ekonomi setelah gempa Flores.

Keenam kabupaten tersebut ialah Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur. Dalam analisis spasial, kelompok rendah-rendah menunjukkan wilayah dengan skor adaptivitas rendah yang berdekatan dengan wilayah lain dalam kondisi serupa.

Mengapa peta adaptivitas penting bagi warga Flores

Bagi warga dan pelaku usaha di Labuan Bajo serta wilayah lain di Flores, pemulihan ekonomi tidak hanya bergantung pada kembalinya kegiatan pasar. Akses jalan dan jembatan, listrik, air bersih, telekomunikasi, fasilitas kesehatan, sekolah, pasar, drainase, sanitasi, dan irigasi ikut menentukan seberapa cepat masyarakat dapat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

RRI mengaitkan tingkat dampak dan kecepatan pemulihan ekonomi dengan kapasitas adaptif wilayah. Kapasitas tersebut mencakup infrastruktur, akses terhadap layanan dasar, dan kemampuan ekonomi sebagai penyangga ketika terjadi guncangan. Karena enam kabupaten berada dalam kelompok rendah-rendah, analisis itu menilai upaya adaptasi dan pemulihan pascagempa Flores 2026 membutuhkan proses bertahap.

Data tersebut tidak berarti seluruh desa atau kecamatan di enam kabupaten menghadapi kondisi yang sama. Peta yang dirujuk menggunakan unit kabupaten dan kota, sehingga pembacaan untuk kampung, desa, atau kecamatan memerlukan data yang lebih rinci. Angka atau peringkat adaptivitas tiap kabupaten juga tidak disebutkan dalam laporan yang menjadi rujukan.

BNPB dalam laporan penanganan gempa Flores menyatakan pemulihan layanan dasar menjadi bagian penting setelah bencana. Kepala BNPB menargetkan fasilitas vital seperti jaringan listrik, air bersih, bahan bakar minyak, dan komunikasi dapat berfungsi normal secara terbatas dalam waktu 7 hari. Laporan itu juga menyebut pendataan kerusakan rumah warga dilakukan secara paralel tanpa menunggu masa tanggap darurat selesai.

Untuk pemulihan ekonomi, RRI melaporkan pemerintah pusat dan daerah dapat memprioritaskan rehabilitasi serta pembangunan kembali infrastruktur dasar. Prioritas itu mencakup jalan dan jembatan, jaringan listrik, air bersih, telekomunikasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, pasar, drainase, sanitasi, dan irigasi pertanian.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.