Mengapa Enam Kabupaten Flores Masuk Kelompok Adaptivitas Rendah?
Peta BPS yang dianalisis RRI menempatkan enam kabupaten Flores dalam kelompok Low-Low pada 2024. Kondisi ini menunjukkan pemulihan ekonomi pascagempa perlu dilakukan bertahap.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Analisis RRI yang menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut enam kabupaten di Pulau Flores masuk kelompok rendah-rendah pada peta klaster spasial skor adaptivitas tahun 2024. Temuan itu diterbitkan pada 1 Oktober 2026 dalam konteks pemulihan ekonomi setelah gempa Flores.
Keenam kabupaten tersebut ialah Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur. Dalam analisis spasial, kelompok rendah-rendah menunjukkan wilayah dengan skor adaptivitas rendah yang berdekatan dengan wilayah lain dalam kondisi serupa.
Mengapa peta adaptivitas penting bagi warga Flores
Bagi warga dan pelaku usaha di Labuan Bajo serta wilayah lain di Flores, pemulihan ekonomi tidak hanya bergantung pada kembalinya kegiatan pasar. Akses jalan dan jembatan, listrik, air bersih, telekomunikasi, fasilitas kesehatan, sekolah, pasar, drainase, sanitasi, dan irigasi ikut menentukan seberapa cepat masyarakat dapat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
RRI mengaitkan tingkat dampak dan kecepatan pemulihan ekonomi dengan kapasitas adaptif wilayah. Kapasitas tersebut mencakup infrastruktur, akses terhadap layanan dasar, dan kemampuan ekonomi sebagai penyangga ketika terjadi guncangan. Karena enam kabupaten berada dalam kelompok rendah-rendah, analisis itu menilai upaya adaptasi dan pemulihan pascagempa Flores 2026 membutuhkan proses bertahap.
Data tersebut tidak berarti seluruh desa atau kecamatan di enam kabupaten menghadapi kondisi yang sama. Peta yang dirujuk menggunakan unit kabupaten dan kota, sehingga pembacaan untuk kampung, desa, atau kecamatan memerlukan data yang lebih rinci. Angka atau peringkat adaptivitas tiap kabupaten juga tidak disebutkan dalam laporan yang menjadi rujukan.
BNPB dalam laporan penanganan gempa Flores menyatakan pemulihan layanan dasar menjadi bagian penting setelah bencana. Kepala BNPB menargetkan fasilitas vital seperti jaringan listrik, air bersih, bahan bakar minyak, dan komunikasi dapat berfungsi normal secara terbatas dalam waktu 7 hari. Laporan itu juga menyebut pendataan kerusakan rumah warga dilakukan secara paralel tanpa menunggu masa tanggap darurat selesai.
Untuk pemulihan ekonomi, RRI melaporkan pemerintah pusat dan daerah dapat memprioritaskan rehabilitasi serta pembangunan kembali infrastruktur dasar. Prioritas itu mencakup jalan dan jembatan, jaringan listrik, air bersih, telekomunikasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, pasar, drainase, sanitasi, dan irigasi pertanian.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Sosial & Kemanusiaan
Layanan kesehatan pengungsi Manggarai temukan ISPA dan penyakit kronis
Layanan kesehatan di Manggarai masih berjalan dengan melibatkan dokter relawan Rumah Sakit Reo. Tim menemukan dominasi ISPA serta hipertensi, diabetes…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga


