Festival Bumi Sano Nggoang Mulai Digelar di Manggarai Barat
Festival diinisiasi umat Paroki St. Mikael Nunang untuk menggali kearifan lokal melalui pementasan, ritus adat, ibadat ekologis, seminar, dan lokakarya. Kegiatan berlangsung hingga 7 Oktober 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Sano Nggoang — Festival Bumi Sano Nggoang mulai berlangsung pada 3 Oktober 2026 di wilayah Keuskupan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini membawa tema perawatan kearifan lokal dan pencegahan krisis ekologis.
Festival tersebut diinisiasi umat Paroki St. Mikael Nunang. Agenda yang disiapkan mencakup pementasan Tarian Caci, pemutaran film Menolak Punah, ritus adat, ibadat ekologis di mata air, seminar, dan lokakarya. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan festival yang memadukan perhatian terhadap budaya, ekonomi, dan ekologi.
Festival menghubungkan budaya, ekonomi, dan ekologi
Bagi warga dan pengunjung di Manggarai Barat, festival ini menjadi ruang untuk mengenali kembali potensi kearifan lokal. Penyelenggara menyebut budaya, ekonomi, dan ekologi sebagai unsur yang hendak digali melalui kegiatan tersebut. Dengan tema itu, festival diarahkan pada perawatan kearifan lokal sekaligus pencegahan krisis ekologis.
Setiap malam, festival dijadwalkan menghadirkan tarian tradisional dan pameran produk lokal. Kegiatan ini juga disebut akan digelar setiap tahun, dengan pelaksanaan tahun ini sebagai penyelenggaraan pertama. Agenda tersebut melengkapi kegiatan budaya dan ekologi yang telah disiapkan oleh penyelenggara.
Festival Bumi Sano Nggoang berlangsung pada 3–7 Oktober 2026. Lokasinya berada di wilayah Keuskupan Labuan Bajo, dengan Paroki St. Mikael Nunang sebagai penggagas kegiatan. Festival mulai digelar pada 3 Oktober 2026 dan menjadi penyelenggaraan pertama dari kegiatan yang disebut akan berlangsung setiap tahun.
Sumber
Baca berikutnya
Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

ASITA NTT Dorong Dukungan Pemerintah untuk Perkuat Pariwisata
ASITA NTT menilai mahalnya tiket pesawat domestik dan minimnya kegiatan di daerah menghambat pergerakan wisatawan. Asosiasi itu mendorong pemerintah m…
Baca juga




