Mawatu Buka Ruang UMKM dan Seniman Lokal di Batu Cermin
Mawatu di Desa Batu Cermin menggelar soft opening pada 16 Oktober 2026. Kawasan ini menyediakan ruang bagi UMKM dan seniman lokal serta menghadirkan fasilitas hiburan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Kawasan Mawatu di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, menggelar soft opening pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pembukaan awal ini memperkenalkan kawasan komersial dan wisata baru yang menyediakan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta seniman lokal.
Acara berlangsung di area Amfiteater dan Streetbar Mawatu. Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Manggarai Barat, mitra bisnis, tokoh adat, dan insan pers. Rangkaian acara mencakup prosesi adat, sambutan, peninjauan fasilitas, serta kunjungan ke lapak UMKM dan Cinema XXI.
Kawasan Mawatu diisi hampir 50 merek lokal dan nasional yang tersebar di stan, ruko, dan shop house. Salah satu pelaku ekonomi kreatif yang bergabung ialah Mateus Sakeus, yang membuka galeri lukis di Mawatu pada 16 Oktober 2026. Seniman dan UMKM lokal mendapat ruang untuk memasarkan karya serta produknya di tengah pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo.
Mawatu menambah ruang usaha dan pilihan kunjungan di Batu Cermin
Bagi warga dan pelaku usaha di Labuan Bajo, kehadiran Mawatu berarti tambahan ruang untuk berdagang, berkarya, dan bertemu pengunjung. Kawasan ini juga menghadirkan fasilitas hiburan, termasuk Cinema XXI, serta pementasan seni yang digelar setiap pekan. Dengan begitu, kunjungan ke Batu Cermin tidak hanya bertumpu pada pemandangan, tetapi juga pada aktivitas ekonomi dan budaya.
Skema kerja sama memberi pelaku usaha 85 persen hasil penjualan, sedangkan 15 persen menjadi bagian pengelola, di luar pajak pertambahan nilai (PPN). Mawatu menyatakan pelibatan UMKM dan seniman dimaksudkan agar pengembangan kawasan tetap membawa identitas Flores.
Pembukaan ini merupakan tahap awal pengembangan Mawatu. Pengembangan kawasan dilakukan bertahap, dengan pembangunan hotel ditargetkan pada 2027.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga



