Bank NTT Proses Relaksasi Kredit Debitur Gempa di Manggarai
Bank NTT mencatat tiga dari 160 debitur potensial terdampak gempa di Manggarai mengajukan relaksasi kredit. Satu pengajuan terealisasi dan dua masih diproses.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Manggarai — Pada Rabu, 14 Oktober 2026, Bank NTT mencatat tiga dari 160 debitur potensial terdampak gempa di Kabupaten Manggarai telah mengajukan relaksasi kredit. Satu pengajuan sudah direalisasikan, sedangkan dua lainnya masih diproses.
Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Romi Radjalangu, menyebut kebijakan keringanan kredit itu ditujukan bagi peminjam terdampak gempa Flores. Debitur lain yang masuk pendataan belum mengajukan fasilitas tersebut.
Relaksasi membantu UMKM Manggarai menjaga arus angsuran
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Manggarai, fasilitas ini memberi ruang untuk menyesuaikan jadwal angsuran dengan kemampuan pembayaran setelah gempa. Bank NTT melakukan verifikasi setelah debitur menyampaikan pengajuan.
Kebijakan restrukturisasi tersebut berlaku selama tiga tahun. Dasarnya adalah penetapan perlakuan khusus kredit atau pembiayaan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi debitur terdampak bencana di delapan kabupaten di Nusa Tenggara Timur, termasuk Manggarai.
Ketentuan OJK memungkinkan restrukturisasi kredit terdampak bencana dan pemberian pembiayaan baru sesuai asesmen bank, kondisi debitur, serta kapasitas lembaga keuangan. Kebijakan itu ditetapkan pada 28 September 2026.
Bank NTT mengharapkan debitur terdampak berinisiatif mengajukan fasilitas relaksasi. Setelah itu, bank menilai kondisi pinjaman dan kemampuan debitur sebelum menentukan penanganannya. Proses tersebut menjadi tahapan bagi debitur yang mengajukan keringanan kredit setelah terdampak gempa Flores.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
IWAPI Ende Dorong Pengusaha Perempuan Bangkit Usai Gempa Flores
Selfi Indradewa dilantik memimpin IWAPI Kabupaten Ende pada 12 Oktober 2026. Ia mendorong pengusaha perempuan memulihkan dan mengembangkan usaha setel…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga





