Kabar Labuan Bajo

Kamis, 5 November 2026

Manggarai Barat Siapkan Ekspor Produk Lokal dari Labuan Bajo

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyiapkan ekspor kopi, porang, dan kerajinan bambu melalui Pelabuhan Labuan Bajo. Target realisasi ditetapkan pada akhir 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Biji kopi sangrai yang mengisi penuh sebuah karung goni.
Ilustrasi: Biji kopi sangrai yang mengisi penuh sebuah karung goni. · Foto: Yasin Onuş / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyiapkan ekspor perdana kopi, porang, dan kerajinan bambu melalui Pelabuhan Labuan Bajo. Dalam laporan pada 2 November 2026, ekspor itu ditargetkan terealisasi pada akhir 2026.

Persiapan dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat bersama PT Meratus Line dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Rapat koordinasi lintas instansi berlangsung di Labuan Bajo pada Rabu, 28 Oktober 2026.

PT Meratus Line menawarkan pengiriman kontainer dari Labuan Bajo menuju Surabaya. Muatan kemudian diteruskan dengan kapal internasional tanpa perlu membongkar dan memindahkannya kembali atau restuffing. Skema ini ditujukan untuk menekan biaya logistik, mempercepat pengiriman, dan mengurangi risiko kerusakan barang.

Ekspor langsung dapat memangkas rantai logistik pelaku usaha

Rencana tersebut menjawab kendala pelaku usaha yang selama ini mengirim produk ke luar negeri melalui jalur distribusi tidak langsung, termasuk melalui Bali. Pola itu disebut membuat biaya logistik lebih tinggi serta menambah risiko kerusakan, konsolidasi muatan, dan persoalan administrasi ekspor.

Dalam rapat, kopi, porang, dan kerajinan bambu diidentifikasi sebagai komoditas yang berpotensi dikembangkan melalui jalur ekspor. Salah satu pelaku usaha, Mosedia, telah memasarkan kerajinan bambu ke Amerika Serikat, Tiongkok, Singapura, dan Malaysia.

Bea Cukai akan memberikan asistensi teknis kepada calon eksportir. Balai Karantina membantu pemenuhan persyaratan komoditas, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) memfasilitasi aspek kepelabuhanan, sedangkan Pelindo menyiapkan perizinan dan fasilitas pendukung.

Rencana tindak lanjutnya mencakup penguatan pendataan potensi ekspor, koordinasi dengan pelaku usaha dan instansi teknis, serta penyusunan program pengembangan ekspor tahun berikutnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.