BMKG Ingatkan Keselamatan Pelayaran di Labuan Bajo
BMKG mengingatkan nelayan dan pengguna transportasi laut di Labuan Bajo untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi gelombang selama periode 5–8 November 2026. Pembaruan cuaca perlu diperiksa sebelum berlayar.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pengguna transportasi laut dan nelayan agar memperhatikan kondisi gelombang serta menyesuaikan aktivitas pelayaran pada periode 5 November 2026 pukul 07.00 WIB hingga 8 November 2026 pukul 07.00 WIB. Informasi ini berlaku untuk prakiraan gelombang di sejumlah perairan Indonesia.
Imbauan BMKG menekankan pentingnya memeriksa informasi cuaca dan gelombang terkini sebelum beraktivitas di laut. Perhatian perlu diberikan pada perairan Labuan Bajo, Komodo, Padar, dan Rinca.
BMKG menyebut perahu nelayan mulai menghadapi risiko keselamatan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal ferry berisiko pada kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Imbauan BMKG menjadi pegangan sebelum berlayar dari Labuan Bajo
Bagi warga pesisir, nelayan, dan wisatawan yang hendak menyeberang dari Labuan Bajo, keputusan berlayar perlu mengikuti pembaruan cuaca maritim, bukan hanya jadwal perjalanan. Kondisi perairan dapat berubah selama masa prakiraan, sehingga pengguna kapal perlu menyesuaikan rencana dengan informasi terbaru.
Potensi gelombang 2,5 hingga 4 meter terutama berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Nelayan dan pelaku pelayaran perlu memperhatikan kecepatan angin serta tinggi gelombang sebelum beraktivitas di laut.
Pelabuhan dan jalur wisata Labuan Bajo tetap menjadi perhatian dalam penyesuaian aktivitas pelayaran berdasarkan kondisi cuaca dan gelombang.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Mabar
BMKG Operasikan 39 INA-TEWS dan 24 Aloptama di NTT
BMKG menyatakan 39 peralatan INA-TEWS dan 24 peralatan Aloptama beroperasi di Nusa Tenggara Timur. Penguatan ini disampaikan setelah gempa Flores berm…
Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga




