Kabar Labuan Bajo

Rabu, 4 November 2026

Petani Sekolah Lapang Temui Pembeli di Pasar Rekas

Market Day di Pasar Rekas, Desa Kempo, mempertemukan petani peserta Sekolah Lapang dengan pembeli. Belasan kelompok tani membawa pangan olahan, hasil kebun, dan kerajinan lokal.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Bay near Labuan Bajo, Indonesia.
Foto arsip: Bay near Labuan Bajo, Indonesia. · Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Labuan Bajo — DBS Foundation dan Humanis menyelenggarakan Market Day Manggarai Barat di Pasar Rekas, Desa Kempo, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan ini mengajak petani peserta Sekolah Lapang memperkenalkan dan menjual hasil kebun serta produk olahan pangan lokal.

Market Day bertajuk “Naka Ici One Uma” atau “Kita Rayakan Hasil Kebun” itu dijalankan melalui program Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation (FEAST!). Pelaksanaannya didukung Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil-Mikro (ASPPUK).

Pasar Rekas menjadi ruang belajar dan temu pembeli

Di Lapak Tani, pengunjung dapat membeli hasil kebun dan pangan olahan dari petani peserta Sekolah Lapang. Setiap stan mencantumkan informasi produk, harga, asal desa atau kelompok, serta keunggulan produk. Petani juga berlatih melayani pembeli, menawarkan barang, mencatat transaksi, dan menerima tanggapan konsumen.

RRI melaporkan kegiatan ini melibatkan belasan kelompok tani pendampingan. Produk yang ditampilkan mencakup hasil pertanian organik, pangan lokal, kerajinan dari kain sisa, dan rajutan karya perempuan tani. Contoh olahan yang disebut ialah minyak kemiri, sate jantung pisang, dan songkol.

Selain lapak, kegiatan menghadirkan La’bak atau lumbung pangan sebagai ruang edukasi tentang Sekolah Lapang, gizi pangan lokal alternatif, dan pertanian berkelanjutan. Petani pendamping berbagi pengetahuan melalui lokakarya pembuatan pupuk bokashi dan pestisida nabati.

Program FEAST juga memperkenalkan pertanian cerdas iklim, pendekatan Gender Action Learning System (GALS), Financial Action Learning System (FALS), pengelolaan usaha tani, dan gizi keluarga. Keterlibatan perempuan tani menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga dan ketahanan pangan.

Ruang lain, Kelas Terampil Petani, membahas pengenalan produk dan pembeli serta penetapan harga jual. Kegiatan ini menghubungkan pembelajaran petani dengan pengalaman usaha secara langsung, termasuk mengenali kebutuhan konsumen dan merencanakan pemasaran berikutnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.