Jalan Lintas Utara Flores Labuan Bajo–Kedindi Sepanjang 141 Km
Kementerian PUPR membangun Jalan Lintas Utara Flores Labuan Bajo–Kedindi sepanjang sekitar 141 km untuk memperkuat jalur logistik, menghubungkan sentra produksi dan pelabuhan, serta mendukung pasokan listrik dan pariwisata di kawasan…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merencanakan pembangunan Jalan Lingkar atau Lintas Utara Flores dari Labuan Bajo hingga Kedindi dengan panjang sekitar 141,29 kilometer untuk memperkuat konektivitas, jalur logistik, dan akses ke kawasan produksi serta pelabuhan di Flores bagian barat.
Pada 2019, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Nusa Tenggara Timur, Muktar Napitupulu, menyatakan pembangunan Jalan Lintas Utara Flores Labuan Bajo–Kedindi telah dimulai sejak 2015 dengan total anggaran sekitar Rp201 miliar. Saat itu, dari total panjang jalan, sekitar 60 kilometer sudah tembus dan sekitar 18 kilometer telah beraspal.
Fungsi jalan untuk logistik dan kawasan produksi
Menurut Muktar, ruas lintas utara dirancang sebagai jalur logistik yang menghubungkan sentra produksi pertanian di Kawasan Pertanian Terang dengan Pelabuhan Bari. Kawasan pertanian di Terang disebut memiliki luas sekitar 2.000 hektare, sementara Pelabuhan Bari direncanakan sebagai pelabuhan niaga yang menggantikan fungsi Pelabuhan Labuan Bajo.
Jalan ini juga diproyeksikan menjadi jalur alternatif pengiriman bahan bakar minyak dari depo Pertamina di Kecamatan Reo menuju Labuan Bajo tanpa harus melewati Ruteng. Menurut Muktar, jalur alternatif tersebut diperlukan antara lain untuk mengantisipasi gangguan pada ruas Labuan Bajo–Malwatar yang menghubungkan Labuan Bajo dengan Ruteng.
Selain logistik, Jalan Lingkar Utara Flores disebut dapat memperlancar akses dari pembangkit listrik PLTMG atau Mobile Power Plant Flores berkapasitas 20 megawatt di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, menuju Labuan Bajo. Pembangkit yang diresmikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada April 2019 itu menjadi salah satu penopang pasokan listrik untuk sistem kelistrikan Manggarai dan meningkatkan rasio elektrifikasi di Pulau Flores.
Empat segmen dan kebutuhan anggaran
Pembangunan Jalan Lintas Utara Flores dibagi menjadi empat segmen. Segmen pertama menghubungkan Labuan Bajo dengan Boleng sepanjang 28,18 kilometer. Segmen kedua adalah Boleng–Terang sepanjang 32,15 kilometer.
Segmen ketiga menghubungkan Terang dengan Pelabuhan Bari sepanjang 20,55 kilometer, sedangkan segmen terakhir adalah Pelabuhan Bari–Kedindi sepanjang 60,4 kilometer. Menurut Muktar, berdasarkan rencana kerja 2019–2023, masih dibutuhkan sekitar Rp525 miliar untuk menyelesaikan pembangunan jalan, termasuk penanganan pascabencana longsoran ruas Labuan Bajo–Malwatar, preservasi ruas yang sama, dan pembangunan jalan pintas menuju Bandara Komodo sepanjang 0,25 kilometer.
Dalam rencana tersebut, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga melakukan peningkatan jalan di Lintas Utara Flores yang meliputi ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi sepanjang sekitar 141 kilometer pada periode 2014–2019. Pada 2019, kondisi jalan yang sudah beraspal di lintas utara dilaporkan sekitar 18 kilometer.
Perkembangan rencana dan pekerjaan pendukung
Rencana pengembangan konektivitas lintas utara dimasukkan dalam rancangan kebijakan pembangunan kawasan Labuan Bajo sebagai salah satu ruas prioritas. Dokumen perencanaan menyebut Jalan Lintas Utara Flores Labuan Bajo–Boleng–Terang–Bari–Kedindi sepanjang sekitar 141,291 kilometer sebagai koridor utama yang akan dituntaskan melalui program peningkatan jalan, penanganan jalan tanah, dan pembangunan jembatan.
Di kawasan kota, Ditjen Bina Marga juga mendapat penugasan untuk meningkatkan konektivitas destinasi wisata melalui pekerjaan pendukung seperti pelebaran dan penataan koridor jalan utama di pusat Labuan Bajo, termasuk jalur pejalan kaki. Peningkatan kualitas akses menuju Wae Cicu, yang direncanakan sebagai pusat akomodasi wisata, disebut sebagai bagian dari rangkaian upaya memperkuat jaringan jalan di sekitar kota.
Paket pembangunan Jalan Lintas Utara Flores dan pekerjaan pendukung di dalam kota menunjukkan bahwa kebijakan konektivitas di Flores bagian barat tidak hanya berfokus pada ruas antarkawasan, tetapi juga pada penguatan akses menuju pelabuhan, sentra produksi, pembangkit listrik, dan kawasan akomodasi wisata.
Sumber
- CNBC Indonesia - PUPR Bangun Jalan Lintas Utara Flores 141,29 KM
- BPIW Kementerian PUPR - Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo Digarap Dengan Keterpaduan Antar Sektor
- PT PLN (Persero) - Menteri ESDM Resmikan PLTMG MPP Flores 20 MW dan Infrastruktur Kelistrikan Pendukung
- Kementerian ESDM - Kejar Rasio Elektrifikasi, Menteri ESDM Resmikan Proyek Kelistrikan di NTT
- Lampiran Rancangan Peraturan Presiden RIDPN Labuan Bajo (pra PAK) - Repository STIPRAM
- Lintas NTT - PLTMG Rangko Perkuat Sistem Kelistrikan di Flores
- PropertiTerkini.com

