Irigasi Waekokak Rusak, 160 Hektare Sawah Terdampak
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT meninjau irigasi di Desa Waekokak, Nagekeo, setelah gempa Flores. Kerusakan saluran mengganggu air ke sekitar 160 hektare sawah.
Oleh Kevin Mikael Januar
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur meninjau jaringan irigasi dan area pertanaman padi di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada 9 September 2026. Peninjauan itu dilakukan setelah gempa Flores merusak bagian saluran dan mengganggu distribusi air ke lahan pertanian.
Dalam keterangan resminya, dinas tersebut menyebut bagian jalur irigasi patah sehingga aliran air ke sawah tidak berjalan normal. Pemeriksaan lapangan itu juga melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo untuk memetakan kerusakan dan kebutuhan perbaikan.
Laporan dinas provinsi itu menyebut dampak kerusakan mencapai sekitar 160 hektare lahan pertanian. Di lokasi, tim pemerintah menemukan distribusi air ke persawahan terganggu akibat patahan pada jaringan irigasi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelumnya melaporkan gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 sebagai pemicu guncangan di wilayah Nagekeo. BMKG juga menyebut ada indikasi fenomena likuefaksi di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Lana Saria, pada 15 Agustus 2026 mengatakan indikasi itu didasarkan pada laporan munculnya semburan air berpasir atau sand boil di Waekokak-Mbay. Ia menyebut temuan itu masih perlu pemeriksaan lapangan lanjutan.
Dalam perkembangan penanganan pascagempa, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II disebut telah melakukan penanganan terhadap jaringan yang rusak. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT menyatakan pemulihan irigasi perlu dikawal agar perbaikan saluran sejalan dengan kebutuhan tanaman dan keberlangsungan usaha tani.
Data lapangan yang dihimpun dinas provinsi itu menjadi dasar koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian. Pemerintah daerah juga diminta menjaga pemulihan air agar produksi padi tidak terganggu lebih jauh.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores Raya
Bantuan untuk 3.600 Warga Flores Diberangkatkan 1 November
Pemuda Masjid Dunia dan BAZNAS RI menyiapkan bantuan untuk 3.600 warga terdampak bencana di Flores. Pengiriman dijadwalkan pada 1 November 2026.
Terbaru di Flores Raya

Berita utama hari ini

Baca juga





