IAI Dorong Rekonstruksi Flores Lebih Tangguh Pascagempa
IAI mendorong rekonstruksi rumah dan fasilitas publik di Flores memakai prinsip build back better. Rakernas di Labuan Bajo menyoroti keselamatan bangunan, data kerusakan, dan keterlibatan warga.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Ikatan Arsitek Indonesia mendorong rekonstruksi permukiman dan fasilitas publik di Flores pascagempa dengan prinsip build back better. Dalam Rakernas IAI 2026 di Labuan Bajo, para arsitek diminta tidak sekadar mengganti bangunan rusak, tetapi ikut memperkuat keselamatan dan ketangguhan wilayah.
Ketua IAI NTT Luiz Wilson mengatakan arsitek perlu hadir langsung dalam proses pemulihan masyarakat terdampak gempa Flores. Menurut dia, arsitek tidak cukup datang membawa solusi, melainkan harus bekerja bersama warga agar hasil pembangunan lebih sesuai dengan kebutuhan setempat.
Rakernas IAI 2026 berlangsung di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada 12-18 September 2026. Rangkaian kegiatan forum itu juga melibatkan pemerintah, penyintas bencana, akademisi, komunitas, pelaku konstruksi, dan anak-anak dalam pembahasan pemulihan pascabencana.
Fokus pada bangunan yang lebih aman
Dalam pemberitaan RRI tentang agenda yang sama, IAI menekankan bahwa pembangunan kembali harus didukung data kerusakan yang akurat dan penerapan standar konstruksi secara konsisten. Pendekatan itu dipakai agar rumah dan fasilitas publik yang dibangun ulang tidak hanya kembali berfungsi, tetapi juga lebih tahan terhadap risiko bencana berikutnya.
Prinsip tersebut juga disebut harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kearifan lokal masyarakat Flores. Dengan begitu, keputusan desain tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari proses pemulihan yang lebih luas.
Sejumlah kegiatan dalam Rakernas turut memuat tema ketangguhan bencana, termasuk seminar Architecture for Resilience, Recovery, and Humanity dan lokakarya Build Back Better. Agenda itu menunjukkan bahwa IAI menempatkan rekonstruksi sebagai pekerjaan teknis sekaligus sosial.
Data rumah terdampak di Manggarai Barat
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada 9 September 2026 mempublikasikan hasil verifikasi rumah terdampak gempa. Hingga saat itu, tercatat 13.656 rumah telah terdata, dengan 5.649 rumah masuk kategori rusak berat, sedang, dan ringan.
Data yang sama menunjukkan 357 rumah masuk kategori rusak berat. Dalam laporan yang juga dikutip RRI, rumah rusak berat tidak berada di Kecamatan Komodo maupun wilayah Labuan Bajo.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyambut pelaksanaan Rakernas IAI di Labuan Bajo dan berharap kehadiran para arsitek memberi kontribusi nyata bagi pemulihan wilayah terdampak. Ia juga menyatakan kondisi Labuan Bajo tetap aman dan nyaman bagi warga serta wisatawan setelah gempa 15 Agustus 2026.
Dalam konteks itu, dorongan IAI untuk menerapkan prinsip build back better menempatkan rekonstruksi sebagai kesempatan memperbaiki kualitas bangunan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah. Di Flores, pemulihan tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga untuk membangun ruang hidup yang lebih aman bagi warga.
Sumber
Berita berikutnya

Pemkab Manggarai dan BNPB Benahi Data Kesehatan dan Posko Pengungsian
Pemkab Manggarai bersama BNPB dan instansi terkait memutakhirkan data kesehatan dan posko pengungsian dalam rapat evaluasi pascagempa pada 31 Agustus…
Baca juga




