Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

HPI NTT: Pemulihan Pariwisata Flores Terganjal Trauma Warga

Victor Pance dari HPI NTT menilai pemulihan pariwisata Flores pascagempa 15 Agustus 2026 tidak cukup dengan membuka kembali destinasi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Flores Shortwing Brachypteryx floris in Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Foto arsip: Flores Shortwing Brachypteryx floris in Nusa Tenggara Timur, Indonesia. · Foto: Barry Reed / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Labuan Bajo — Pemulihan pariwisata di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pascagempa bumi 15 Agustus 2026 dinilai belum hanya bergantung pada pembukaan kembali destinasi wisata. Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTT Victor Pance menekankan pentingnya kesiapan mental masyarakat dan peningkatan kapasitas pemandu wisata untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan, dalam wawancara Pro 1 RRI Kupang pada Senin, 14 September 2026.

Dalam laporan RRI Kupang, Victor menyatakan seluruh destinasi wisata di Flores kembali dibuka seiring berakhirnya masa tanggap darurat bencana. Ia menjelaskan sebelumnya sejumlah destinasi unggulan di Flores ditutup sementara untuk pemeriksaan keamanan, sementara aktivitas pariwisata di kawasan Taman Nasional Komodo tetap berjalan normal dan dapat dikunjungi wisatawan.

Victor mengatakan pencabutan status tanggap darurat oleh pemerintah menjadi momentum pemulihan aktivitas pariwisata di Flores. Ia menambahkan HPI NTT memastikan destinasi wisata unggulan di Flores tidak mengalami kerusakan fisik akibat gempa sehingga dinilai aman dan nyaman dikunjungi wisatawan.

Trauma warga dan persepsi keamanan

Menurut Victor, masyarakat di sejumlah destinasi masih menghadapi kepanikan dan trauma akibat rentetan gempa susulan. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian agar warga sebagai tuan rumah kembali siap melayani wisatawan ketika kunjungan mulai pulih.

Victor mengaitkan kesiapan mental masyarakat dan pemandu wisata dengan rasa aman wisatawan di destinasi. Keraguan yang dirasakan warga dan pelaku pariwisata dinilai dapat memengaruhi persepsi wisatawan terhadap keamanan daerah tujuan.

Dalam wawancara yang sama, Victor menyebut pemulihan sektor pariwisata di Flores perlu mencakup pendampingan bagi masyarakat di destinasi yang terdampak gempa. Ia menekankan perlunya perhatian terhadap dampak psikologis bencana agar pemulihan tidak hanya berfokus pada aspek fisik destinasi.

Di tingkat kebijakan, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Kementerian Pariwisata menyatakan pemulihan pariwisata di Labuan Bajo dan Flores dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan keselamatan wisatawan, masyarakat, dan pelaku pariwisata.

Peningkatan kapasitas pemandu dan mitigasi bencana

Victor menilai pemulihan tenaga kerja pariwisata tidak cukup bertumpu pada pelatihan pelayanan. Ia mendorong pemandu wisata di NTT mempelajari mitigasi bencana dan kondisi geologis wilayahnya agar mampu menyampaikan informasi yang tepat kepada wisatawan.

Materi yang disebut penting mencakup pengetahuan tentang gempa bumi, aktivitas vulkanik, dan dinamika alam di kawasan cincin api. Menurut Victor, pemandu yang memahami pergerakan alam dapat menjelaskan potensi dan risiko kepada wisatawan sekaligus turut mengantisipasi situasi kedaruratan di destinasi.

Dalam laporan RRI Kupang lainnya, Victor mengatakan HPI NTT mendorong pembekalan dan pelatihan bagi pelaku pariwisata, khususnya pemandu, agar tidak hanya menguasai pelayanan wisata tetapi juga aspek keselamatan. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata perlu diperkuat untuk menyusun langkah pemulihan yang produktif.

Sejalan dengan itu, BPOLBF membuka layanan informasi pariwisata bagi wisatawan dan masyarakat untuk memperbarui informasi mengenai kondisi destinasi, aktivitas pariwisata, dan perkembangan situasi pascagempa di wilayah Labuan Bajo Flores.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata menyampaikan pemulihan destinasi terdampak bencana di Flores dan Labuan Bajo mengedepankan keselamatan wisatawan dan kejelasan informasi, dengan koordinasi bersama pemerintah daerah, BPOLBF, asosiasi, dan pelaku industri pariwisata.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.