BMKG Perbarui Gempa Flores Jadi M5,2, Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memperbarui parameter gempa Flores pada Jumat, 21 Agustus 2026, menjadi magnitudo 5,2 dengan kedalaman 23 kilometer. Gempa di laut timur laut Nagekeo itu dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Oleh Kevin Mikael Januar
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 01.12.55 WIB atau 02.12.55 WITA. BMKG memperbarui parameter gempa menjadi magnitudo 5,2 dengan kedalaman 23 kilometer dan menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami.
Dalam informasi gempa yang dipublikasikan BMKG, episenter berada di laut pada koordinat 8,38 derajat Lintang Selatan dan 120,60 derajat Bujur Timur. Lokasinya sekitar 41 kilometer timur laut Nagekeo.
BMKG juga menyebut gempa dirasakan di sejumlah wilayah Flores dengan intensitas berbeda. Guncangan terkuat diperkirakan mencapai IV MMI di Sambi Rampas, Reok, dan Kota Ruteng. Di Borong, Bajawa, dan Mbay, intensitasnya diperkirakan III MMI, sedangkan Labuan Bajo berada pada II MMI.
Rangkaian susulan
Gempa pada 21 Agustus itu muncul dalam rangkaian susulan pascagempa utama magnitudo 7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026. Dalam siaran pers pada hari yang sama, BMKG menyebut jumlah gempa susulan telah mencapai 4.258 kejadian hingga pukul 05.00 WIB.
BMKG menilai gempa Flores pada 21 Agustus berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Lembaga itu menjelaskan penilaian tersebut berdasarkan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumber gempa yang menunjukkan pergerakan naik atau sesar naik.
Sejumlah laporan media nasional pada hari yang sama mengutip BMKG dengan rincian serupa: magnitudo awal 5,3 kemudian diperbarui menjadi 5,2, pusat gempa di laut timur laut Nagekeo, dan tidak berpotensi tsunami. Laporan itu juga menyebut warga merasakan guncangan di beberapa wilayah di Flores.
Imbauan BMKG
BMKG mengingatkan warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan menjauhi bangunan yang retak atau rusak. Lembaga itu juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan serta mengikuti pembaruan melalui kanal resmi BMKG.
Hingga pembaruan yang dikutip dalam artikel ini, BMKG belum mengubah status gempa Flores tersebut dari hasil analisis awalnya: gempa dangkal, berpusat di laut, dan tidak memicu tsunami.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Mabar
BMKG Operasikan 39 INA-TEWS dan 24 Aloptama di NTT
BMKG menyatakan 39 peralatan INA-TEWS dan 24 peralatan Aloptama beroperasi di Nusa Tenggara Timur. Penguatan ini disampaikan setelah gempa Flores berm…
Terbaru di Flores Raya

Berita utama hari ini

Baca juga





