Golo Loni Masuk 500 Besar ADWI 2024, Potensi dan Tantangannya
Desa Wisata Golo Loni di Rana Mese, Manggarai Timur, masuk 500 besar ADWI 2024 setelah tercatat di 300 besar pada 2023. Potensinya bertumpu pada agrowisata, wisata sungai, dan wisata alam berbasis hutan yang dikelola masyarakat lokal.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 5 menit baca
Labuan Bajo — Desa Wisata Golo Loni di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, tercatat masuk 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dan berstatus desa wisata berkembang dalam sistem Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Dalam riwayat ADWI yang tercantum di Jadesta, Golo Loni belum memiliki peringkat pada 2021 dan 2022, kemudian masuk 300 besar pada 2023 dan 500 besar pada 2024.
Posisi tersebut menempatkan Golo Loni dalam radar pengembangan desa wisata nasional, meski laman resmi belum memerinci kategori penghargaan, skor penilaian, maupun aspek yang menentukan peringkat desa.
Jadesta menyebut lokasi Golo Loni strategis karena berada di jalur Trans Flores dan berbatasan dengan kawasan hutan konservasi, sehingga desa memiliki peluang mengembangkan wisata alam berbasis sungai, hutan, dan pertanian.
Modal wisata: agrowisata, sungai, dan hutan
Laman resmi desa wisata Golo Loni di Jadesta dan berbagai publikasi akademik mencatat bahwa daya tarik utama desa ini adalah agrowisata dan wisata alam yang dikelola masyarakat.
Daya tarik yang ditawarkan mencakup kegiatan pertanian dan agrowisata, memancing air tawar, river tubing, river trekking, bersepeda, river camp, serta kunjungan ke Golo Depet atau Bukit Kunang-Kunang, penelusuran gua, air terjun, Danau Rana Mese, penanaman bambu, pengamatan kupu-kupu, dan pertunjukan tari Caci.
Desa ini juga menawarkan kegiatan pengamatan burung di kawasan hutan yang menjadi habitat burung endemik Flores menurut keterangan pengelola desa wisata dan kajian akademik tentang pengembangan Golo Loni sebagai desa wisata.
River tubing di Sungai Wae Dingin diposisikan sebagai atraksi unggulan desa. Profil resmi dan pemberitaan media lokal menyebut atraksi river tubing di Golo Loni sebagai satu-satunya atraksi sejenis di daratan Pulau Flores, merujuk pada penjelasan pengelola desa wisata.
Media lokal di Flores menambahkan bahwa desa wisata di lintas tengah Trans Flores ini memadukan wisata alam dan pertanian, dengan agrowisata dan wisata sungai sebagai daya tarik utama yang dikembangkan bersama masyarakat.
Tarif dan paket wisata
Laman resmi paket wisata Golo Loni di Jadesta mencatat beberapa pilihan paket dengan durasi dan kegiatan berbeda. Salah satu paket Paket Wisata Golo Loni berdurasi tiga hari dan empat malam dengan tarif sekitar Rp2.000.000 per orang, mencakup river camp, river tubing, river trekking, jelajah hutan, bird watching, pengamatan kupu-kupu, agrowisata, spot memancing, spot foto Golo Depet, aktivitas petani di sawah dan kebun kopi, anyaman tikar, serta pembuatan keripik pegagan.
Profil produk wisata lainnya di Jadesta dan materi promosi desa mencatat bahwa Golo Loni menawarkan paket agrowisata, river tubing, jelajah air terjun, jelajah gua alam, serta aktivitas budaya dengan rentang harga yang disesuaikan jenis kegiatan.
Publikasi akademik mengenai pengembangan desa wisata Golo Loni menguraikan bahwa pemerintah desa dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) menyusun beragam paket wisata, seperti paket river tubing, paket memancing, paket trekking dan bird watching, serta paket agrowisata tanaman bambu dan pertanian.
Fasilitas dan rekomendasi kunjungan
Profil resmi Golo Loni di Jadesta mencantumkan fasilitas dasar bagi pengunjung, antara lain area parkir, balai pertemuan, kafetaria, jalur jelajah hutan, kamar mandi umum, tempat makan, area swafoto, area Wi-Fi, kuliner, dan wahana outbound.
Materi kajian dan promosi desa menambahkan bahwa fasilitas penunjang untuk river tubing mencakup peralatan, pemandu, dokumentasi foto sepanjang jalur sungai, dan ruang ganti, dengan rekomendasi waktu kunjungan terbaik pada pagi hari.
Jadesta merekomendasikan kunjungan ke Golo Loni pada Maret hingga Oktober saat musim kemarau. Pada November hingga Februari, hujan disebut dapat menyulitkan layanan wisata, sementara setelah pukul 15.00 WITA kawasan desa kerap tertutup kabut tebal.
Prestasi dan pelajaran bagi desa wisata lain
Di luar ajang ADWI, Golo Loni juga tercatat meraih prestasi nasional dalam Lomba Desa Wisata Nusantara 2024 yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Media lokal di Nusa Tenggara Timur memberitakan bahwa desa ini masuk jajaran desa wisata terbaik kategori desa sangat tertinggal, tertinggal, dan berkembang.
Dalam kunjungan tim juri Lomba Desa Wisata Nusantara yang diberitakan media lokal, rombongan meninjau berbagai atraksi desa seperti farmstay, river tubing untuk anak-anak, kolam ikan, jalur sepeda, agrowisata, air terjun, atraksi menganyam tikar, gua alam, serta spot wisata buatan Golo Depet.
Pengalaman Golo Loni menunjukkan pentingnya menyusun rangkaian kunjungan berbasis beberapa potensi sekaligus: pertanian, sungai, hutan, budaya, dan akomodasi. Keragaman aktivitas dengan rentang harga berbeda membuka akses bagi wisatawan dengan kebutuhan beragam dan memberi ruang bagi pelaku lokal untuk terlibat melalui homestay, kuliner, pemandu, transportasi, dan produk ekonomi kreatif.
Namun, keberhasilan desa wisata tidak berhenti pada pencatatan dalam ADWI atau lomba nasional. Pengelola perlu memastikan manfaat ekonomi bagi warga, perlindungan lingkungan, keselamatan wisatawan, serta konsistensi layanan yang berkelanjutan. Berbagai kajian tentang Golo Loni menekankan pentingnya penguatan manajemen pengelolaan, pencatatan kunjungan, dan peningkatan fasilitas pendukung sejalan dengan pertumbuhan desa wisata.
Konteks Golo Loni sebagai desa wisata
Dalam sistem Jadesta, Golo Loni tercatat sebagai desa wisata terverifikasi dengan ID #50561 dan beralamat di Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Profil ini menjadi rujukan utama untuk membaca potensi, fasilitas, produk wisata, serta riwayat Golo Loni dalam ajang ADWI.
Sumber
- Jadesta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif – Profil Desa Wisata Golo Loni
- Jadesta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif – Paket Wisata Golo Loni
- Skripsi Pengembangan Desa Wisata Golo Loni Kecamatan Rana Mese
- Makalah agrowisata Desa Wisata Golo Loni
- TribunFlores – Desa Wisata Golo Loni di Manggarai Timur Hadirkan Wahana Flying Fox
- iNewsFlores – Golo Loni Masuk 15 Besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia
Berita berikutnya

Parapuar 129,6 Hektare Berstatus Clean and Clear untuk Investasi
BPOLBF menegaskan pengembangan kawasan Parapuar di Hutan Bowosie berfokus pada lahan otoritatif seluas sekitar 129,6 hektare yang telah bersertifikat…
Baca juga


