Gempa Flores: 1 Guru dan 4 Siswa Tewas di Manggarai Timur
Satu guru dan empat siswa di Manggarai Timur dilaporkan meninggal akibat runtuhan bangunan saat gempa Flores 15 Agustus 2026. Ratusan gedung sekolah rusak dan puluhan ribu warga mengungsi di masa tanggap darurat.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Satu guru dan empat siswa di Kabupaten Manggarai Timur dilaporkan meninggal dunia akibat runtuhan bangunan saat gempa bumi Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan gempa susulan yang menyusulnya. Informasi ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur, Marselinus Enggu, berdasarkan data Posko Pusat Kabupaten Manggarai Timur.
Menurut Marselinus, korban merupakan warga satuan pendidikan di Manggarai Timur yang tertimpa bangunan ketika guncangan utama maupun susulan terjadi. Laporan tidak merinci identitas korban maupun lokasi kejadian untuk masing-masing guru dan siswa.
Berdasarkan data Posko Pusat Kabupaten Manggarai Timur hingga Sabtu, 12 September 2026, tercatat 50 orang meninggal dunia akibat gempa di wilayah tersebut. Selain itu, 239 orang mengalami luka berat, 404 orang luka ringan, dan 24.124 orang masih mengungsi.
Dampak pada sekolah dan guru
Gempa Flores dan rangkaian gempa susulan menyebabkan kerusakan luas pada sarana pendidikan di Manggarai Timur. Marselinus Enggu menyebut sedikitnya 441 gedung sekolah terdampak bencana ini.
Dari jumlah tersebut, 56 gedung adalah TK atau PAUD, 263 gedung SD, dan 122 gedung SMP. Data kerusakan terperinci menurut kategori rusak berat, sedang, dan ringan belum dijelaskan rinci di tingkat kabupaten.
Menurut Marselinus, 53 guru di Manggarai Timur juga terdampak, terutama akibat rumah yang mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, maupun ringan. Sejumlah guru mengalami patah tulang dan luka lain, sementara banyak guru dan siswa menghadapi tekanan psikologis setelah gempa.
Data kebencanaan Posko Pusat Kabupaten Manggarai Timur mencatat total kerusakan infrastruktur di kabupaten itu mencapai 31.936 unit, mencakup permukiman dan berbagai fasilitas umum.
Pembelajaran di masa tanggap darurat
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur memperpanjang masa tanggap darurat gempa hingga 19 September 2026. Perpanjangan ini diikuti penyesuaian kegiatan belajar-mengajar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur.
Detik Bali-Nusra melaporkan bahwa gempa Flores magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 dan gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Manggarai Timur, sehingga aktivitas pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan keamanan peserta didik.
Dalam surat edaran yang disampaikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur, pembelajaran pada awal masa tanggap darurat dilaksanakan dari rumah pada 15–29 Agustus 2026. Pada periode 30 Agustus–12 September 2026, satuan pendidikan diberi pilihan menerapkan pembelajaran dari rumah atau pembelajaran tatap muka terbatas sesuai kondisi masing-masing.
Melalui edaran berikutnya, pembelajaran tatap muka terbatas diperbolehkan berlangsung di tenda-tenda darurat di dekat lingkungan sekolah atau posko pengungsian. Kebijakan ini mengikuti panduan keselamatan yang disusun pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk mengurangi gangguan terhadap proses belajar.
Konteks gempa Flores
Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 mengguncang sejumlah kabupaten di Pulau Flores, termasuk Manggarai Timur, dan diikuti ratusan gempa susulan. Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang paling terdampak.
Posko Pusat Kabupaten Manggarai Timur pada pertengahan September mencatat 50 korban meninggal, 239 korban luka berat, 404 korban luka ringan, serta puluhan ribu pengungsi. Di tingkat nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaporkan tujuh warga satuan pendidikan meninggal dunia akibat rangkaian gempa Flores, terdiri atas enam peserta didik dan satu guru di berbagai kabupaten.
Dalam siaran pers, Kemendikdasmen menyebut gempa tersebut merusak ribuan satuan pendidikan di Flores dan memicu pengungsian puluhan ribu warga sekolah, sehingga pemerintah pusat dan daerah mengirim tenda belajar darurat serta paket perlengkapan sekolah ke Manggarai Timur dan kabupaten lain terdampak.
Sumber
Berita berikutnya
LLDIKTI XV Himpun Rp160,9 Juta, Siapkan Bebas UKT 5.000 Mahasiswa
LLDIKTI Wilayah XV menghimpun Rp160,9 juta melalui Posko Peduli Bencana Flores untuk korban gempa 15 Agustus 2026.
Baca juga


