LLDIKTI XV Himpun Rp160,9 Juta, Siapkan Bebas UKT 5.000 Mahasiswa
LLDIKTI Wilayah XV menghimpun Rp160,9 juta melalui Posko Peduli Bencana Flores untuk korban gempa 15 Agustus 2026.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV menghimpun dana Rp160.922.091 untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026 melalui Posko LLDIKTI XV Peduli Bencana Flores hingga 14 September 2026, menurut laporan RRI dan Expo NTT.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Adrianus Amheka menyatakan dana tersebut dikumpulkan dari perguruan tinggi, mitra, dunia usaha, organisasi, dan masyarakat sebagai dukungan terkoordinasi bagi warga terdampak di sejumlah wilayah di Flores.
Posko LLDIKTI XV Peduli Bencana Flores dibentuk sebagai wadah gotong royong dan pusat koordinasi penyaluran bantuan, dengan fokus pada kebutuhan mendesak masyarakat di daerah terdampak gempa.
Pembebasan UKT bagi mahasiswa terdampak
Selain bantuan kemanusiaan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyiapkan kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi sekitar 5.000 mahasiswa terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
Menurut RRI, kebijakan ini juga mencakup mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di luar wilayah terdampak bencana, dengan pendataan mahasiswa terdampak yang masih dimutakhirkan agar bantuan tepat sasaran.
Expo NTT memberitakan bahwa alokasi bebas UKT diprioritaskan bagi mahasiswa aktif kategori P1 di 11 perguruan tinggi swasta pada enam kabupaten di Flores yang masuk wilayah terdampak gempa.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV menjelaskan, data sementara yang dihimpun dari 24 perguruan tinggi di NTT mencatat 3.708 mahasiswa kategori P1 dan 452 mahasiswa kategori P2, sementara petunjuk teknis pembebasan UKT dari kementerian masih menunggu finalisasi.
Peran perguruan tinggi dan penyaluran bantuan
RRI melaporkan sejumlah perguruan tinggi di NTT telah menyalurkan bantuan sesuai kapasitas masing-masing, antara lain Universitas Nusa Cendana, Universitas Nusa Nipa, Universitas Muhammadiyah Maumere, Politeknik Cristo Re, Universitas Flores, STIPER Bajawa, STIKes Citra Bakti Bajawa, Institut Nasional Flores, Unika Santu Paulus Ruteng, dan Politeknik ElBajo Commodus.
Bentuk dukungan dari kampus-kampus tersebut mencakup logistik, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, sanitasi, trauma healing, asesmen kebutuhan, dan pendampingan masyarakat di wilayah terdampak.
LLDIKTI XV juga menyalurkan sembako dan kebutuhan dasar kepada BPBD Provinsi NTT pada 24 Agustus 2026 agar distribusi bantuan kepada korban gempa di Flores dapat dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Program pemulihan pendidikan jangka panjang
Menurut RRI, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyiapkan program Aksara Mahasiswa, atau Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa, sebagai bagian dari program Mahasiswa Berdampak untuk mendukung pemulihan jangka panjang.
Mahasiswa dan dosen akan dilibatkan dalam kegiatan di bidang kesehatan, psikologi, teknik, pendidikan, pertanian, dan kebencanaan, menyesuaikan dengan kebutuhan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Hasil pemetaan yang dikutip RRI menunjukkan kebutuhan yang masih mendesak di wilayah terdampak gempa Flores meliputi air bersih, listrik, layanan kesehatan, sanitasi, logistik, pembangunan rumah, serta dukungan psikologis bagi warga.
Konteks gempa Flores
Gempa bumi Flores yang menjadi dasar penggalangan bantuan terjadi pada 15 Agustus 2026 dan berdampak pada sejumlah kabupaten di Flores bagian barat.
Sejak itu, LLDIKTI Wilayah XV membentuk Posko Peduli Bencana Flores, menghimpun dana hingga Rp160.922.091, menyalurkan bantuan dasar melalui BPBD NTT, dan bersama kementerian serta perguruan tinggi menyiapkan kebijakan pembebasan UKT satu semester bagi sekitar 5.000 mahasiswa terdampak.
Sumber
Berita berikutnya
Human Initiative Percepat Respons Pascagempa Flores
Human Initiative mengerahkan tim kaji cepat dan menyalurkan bantuan awal bagi warga terdampak gempa Magnitudo 7,7 di Nagekeo dan sejumlah wilayah Flor…

