Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Flores Timur Catat Lima Status Tanggap Darurat Bencana Awal 2026

BPBD dan Bupati Flores Timur mencatat sedikitnya lima penetapan status tanggap darurat bencana pada awal 2026. Daftarnya mencakup erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, cuaca ekstrem, banjir lahar dingin, konflik sosial, dan gempa bumi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — Kabupaten Flores Timur mencatat sedikitnya lima penetapan status tanggap darurat bencana pada awal 2026, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur dan pernyataan Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen.

BPBD Flores Timur melalui Kepala Pelaksana Ariston Tokan menyebut lima keadaan darurat itu meliputi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, cuaca ekstrem, banjir lahar dingin, konflik atau masalah sosial, serta gempa bumi.

Lima status tanggap darurat

Dalam laporan RRI, Ariston menyatakan bahwa sepanjang awal 2026 telah terjadi sedikitnya lima penetapan keadaan darurat bencana di Flores Timur.

Pernyataan tersebut sejalan dengan penjelasan Bupati Antonius Doni Dihen yang menyebut daerahnya masih berada dalam lima status tanggap darurat, yakni erupsi Gunung Lewotobi, banjir lahar dingin, cuaca ekstrem, gempa bumi, dan masalah sosial.

Menurut pemerintah daerah dan BPBD, kondisi itu mencerminkan tingginya kerawanan bencana di Flores Timur dan menuntut penguatan kesiapsiagaan masyarakat serta kemampuan respons pemerintah.

Rincian yang dikonfirmasi dari dua sumber utama adalah:

  • Jumlah penetapan: sedikitnya lima status tanggap darurat atau keadaan darurat bencana.
  • Periode: awal 2026, dengan beberapa keputusan berlangsung sejak akhir 2025 dan masih berlaku hingga paruh pertama 2026.
  • Jenis kejadian: erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, cuaca ekstrem, banjir lahar dingin, konflik atau masalah sosial, dan gempa bumi.

Kesiapsiagaan dan respons masyarakat

Ariston Tokan menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana di Flores Timur.

Menurut dia, memahami risiko di lingkungan masing-masing dan mengetahui langkah yang harus diambil ketika bencana terjadi dapat membantu mengurangi dampak terhadap keselamatan dan kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur sebelumnya juga menegaskan bahwa situasi dengan banyak status tanggap darurat aktif membuat daerah itu kerap disebut sebagai kabupaten bencana, sehingga kebiasaan waspada dan siap merespons menjadi kebutuhan.

Penguatan sistem peringatan dini

BPBD Flores Timur mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dalam merespons informasi peringatan dini, terutama terkait aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki, cuaca ekstrem, dan potensi banjir lahar dingin.

Dalam berbagai keterangan, BPBD dan Badan Geologi mengingatkan warga untuk mematuhi rekomendasi zona bahaya, menyiapkan perlengkapan darurat, dan menghindari aktivitas di radius yang ditetapkan dari puncak gunung.

Untuk bencana gempa bumi, BPBD Flores Timur menetapkan masa tanggap darurat selama beberapa bulan, dengan penekanan pada penanganan pengungsi dan pemulihan prasarana dasar.

Pemerintah daerah menyatakan terus memperkuat koordinasi lintas lembaga dan memperbaiki sistem penanganan bencana agar dapat merespons ancaman yang muncul sewaktu-waktu.

Warga Flores Timur diimbau mengikuti informasi resmi dari BPBD, pemerintah kabupaten, dan instansi teknis seperti Badan Geologi dan PVMBG terkait perkembangan aktivitas gunung api, kondisi cuaca, dan penanganan gempa bumi.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.