Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BPS Catat 1,04 Juta Penduduk Miskin di NTT pada Maret 2026

BPS mencatat 1,04 juta penduduk miskin di Nusa Tenggara Timur pada Maret 2026. Kemiskinan perdesaan tetap jauh lebih tinggi daripada perkotaan, sementara garis kemiskinan naik menjadi Rp584.252 per kapita per bulan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Labuan Bajo — Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah penduduk miskin di provinsi itu mencapai 1,04 juta jiwa pada Maret 2026. Angka ini naik sekitar 5,95 ribu jiwa dibanding September 2025, sementara tingkat kemiskinan berada di 17,52 persen.

Data yang dikutip beberapa media lokal dari rilis BPS menunjukkan kenaikan itu terjadi meski persentase kemiskinan turun dari 18,60 persen pada Maret 2025. Dalam perbandingan antartahun, jumlah penduduk miskin juga menyusut sekitar 51 ribu jiwa dari Maret 2025 ke Maret 2026.

Kemiskinan perdesaan masih dominan

Rincian BPS memperlihatkan kesenjangan tajam antara desa dan kota. Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin di perkotaan tercatat 109,82 ribu jiwa, sedangkan di perdesaan 927,83 ribu jiwa.

Secara persentase, kemiskinan perkotaan berada di 6,71 persen dan kemiskinan perdesaan 21,64 persen. Kesenjangan ini menegaskan bahwa perdesaan masih menjadi kantong kemiskinan utama di NTT.

BPS juga mencatat garis kemiskinan NTT pada Maret 2026 sebesar Rp584.252 per kapita per bulan. Komposisinya terdiri atas garis kemiskinan makanan Rp440.040 dan nonmakanan Rp144.212 per kapita per bulan.

Perubahan dari September 2025

Jika dibandingkan dengan September 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan turun 2,72 ribu jiwa. Sebaliknya, jumlah penduduk miskin di perdesaan naik 8,68 ribu jiwa.

Dengan total rumah tangga miskin rata-rata 5,54 jiwa per rumah tangga, kebutuhan minimum rumah tangga miskin di NTT mencapai sekitar Rp3,24 juta per bulan. Angka ini memperlihatkan tekanan biaya hidup yang masih tinggi bagi keluarga miskin di provinsi tersebut.

Data terbaru itu sekaligus menempatkan NTT tetap sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Namun, rincian dampaknya per kabupaten di Flores belum tampak dalam data yang dikutip dari rilis tersebut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.