Erupsi Anak Krakatau Batalkan 10 Penerbangan Labuan Bajo–Cengkareng
Sebanyak 10 penerbangan rute Labuan Bajo–Cengkareng dari dan menuju Bandara Komodo dibatalkan pada Minggu, 6 September 2026 akibat abu vulkanik Anak Krakatau.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Sebanyak 10 penerbangan rute Labuan Bajo–Cengkareng dari dan menuju Bandara Komodo dibatalkan pada Minggu, 6 September 2026, akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, Cepi Triono, menjelaskan kepada RRI bahwa pembatalan itu terdiri atas lima penerbangan kedatangan dengan 514 penumpang dan lima penerbangan keberangkatan dengan 766 penumpang, sehingga total 1.280 penumpang terdampak.
Pembatalan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan setelah abu vulkanik dari Anak Krakatau memengaruhi sejumlah jalur udara yang terhubung dengan bandara-bandara utama di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Menurut siaran resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau pada 6 September 2026 menyebabkan penutupan sementara beberapa bandara besar, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta serta Bandara Radin Inten II di Lampung.
Penutupan bandara-bandara tersebut menimbulkan dampak berantai pada jaringan penerbangan nasional dan berpengaruh terhadap operasional di Bandara Komodo yang melayani rute Labuan Bajo–Cengkareng.
Data penerbangan terdampak
Menurut Cepi Triono, rincian penerbangan yang dibatalkan di Bandara Komodo adalah sebagai berikut:
- Total penerbangan dibatalkan: 10 penerbangan.
- Penerbangan kedatangan: 5 penerbangan dengan 514 penumpang.
- Penerbangan keberangkatan: 5 penerbangan dengan 766 penumpang.
- Total penumpang terdampak: 1.280 orang.
Otoritas Bandara Komodo menyatakan fokus utama kebijakan pembatalan adalah menjaga keselamatan penerbangan di tengah kondisi ruang udara yang dipengaruhi abu vulkanik.
Penanganan penumpang
Bandara Komodo berkoordinasi dengan maskapai yang melayani rute Labuan Bajo–Cengkareng untuk penanganan penumpang terdampak.
Penumpang diminta menghubungi kantor maskapai masing-masing di area terminal Bandara Komodo untuk memperoleh informasi mengenai penjadwalan ulang atau pengembalian biaya tiket, sesuai kebijakan masing-masing perusahaan penerbangan.
Menurut Cepi Triono, penanganan penumpang telah dilakukan sejak pagi bersama pihak maskapai. Hingga Minggu siang, penumpukan penumpang di Bandara Komodo dilaporkan masih terkendali.
Sejalan dengan imbauan Kementerian Perhubungan, pengguna jasa diminta memantau informasi terbaru penerbangan melalui kanal resmi maskapai, otoritas bandara, dan lembaga navigasi penerbangan sebelum menuju bandara.
Pemantauan ruang udara
Bandara Komodo mengikuti perkembangan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait sebaran abu vulkanik Anak Krakatau yang memengaruhi wilayah udara di sekitar jalur penerbangan menuju dan dari Jakarta.
Lembaga navigasi penerbangan AirNav Indonesia sebelumnya telah menerbitkan ASHTAM atau Ash Notice to Airmen sebagai peringatan bagi dunia penerbangan mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang menjangkau ketinggian jelajah pesawat.
Dalam dokumen ASHTAM tersebut, sebaran abu dilaporkan mencapai ketinggian hingga sekitar 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya serta barat, sehingga sejumlah bandara dan rute penerbangan memerlukan penyesuaian operasional.
Otoritas penerbangan menyebut ruang udara akan dinyatakan aman setelah verifikasi lapangan menunjukkan tidak ada lagi material abu vulkanik yang memengaruhi landasan maupun jalur penerbangan.
Konteks nasional
Pada Minggu, 6 September 2026, Kementerian Perhubungan melaporkan ratusan penerbangan di berbagai bandara di Indonesia terdampak penutupan sementara akibat abu vulkanik Anak Krakatau.
Bandara-bandara yang ditutup sementara meliputi bandara internasional di Jakarta dan beberapa bandara di Banten, Jawa Barat, dan Lampung.
Penutupan dan penyesuaian jadwal di bandara-bandara tersebut berdampak pada konektivitas penerbangan ke berbagai daerah, termasuk Labuan Bajo di Manggarai Barat.
Otoritas penerbangan menegaskan keputusan penutupan dan pembatalan penerbangan akan terus dievaluasi berdasarkan pemantauan aktivitas Anak Krakatau dan kondisi cuaca, dengan prioritas keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Sumber
Berita berikutnya

Nanas Kampung Ndole Mulai Pasok Pasar Labuan Bajo
Nanas dari Kampung Ndole, Desa Golo Damu di Kecamatan Mbeliling, mulai memasok pasar Labuan Bajo melalui pedagang pengumpul.
Baca juga




