BNPB Mulai Bangun Huntara untuk 152 Warga Sikka
BNPB mulai membangun huntara bagi 152 warga Kabupaten Sikka yang rumahnya rusak berat akibat gempa 15 Agustus 2026. Material telah dikirim ke lokasi.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Sikka — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai membangun hunian sementara (huntara) bagi 152 warga Kabupaten Sikka yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa Flores pada 15 Agustus 2026. Proses pembangunan mulai berjalan pada minggu 22 September 2026.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, menyebut material pembangunan mulai didroping ke lokasi. Pembangunan ini ditujukan untuk membantu warga terdampak yang masih tinggal di terpal atau tenda selama penanganan rumah permanen berlangsung.
Huntara Sikka penting bagi warga terdampak
Bagi pembaca di Labuan Bajo dan wilayah Flores, pembangunan huntara menjadi bagian penting dari pemulihan setelah gempa. Hunian sementara memberi pilihan tempat tinggal bagi warga yang rumahnya masuk kategori rusak berat, sambil menunggu penanganan hunian permanen.
BNPB menargetkan huntara bagi warga tersebut mulai terbangun dalam waktu sekitar dua minggu. RRI melaporkan, pembangunan dilakukan setelah hasil verifikasi memasukkan 152 warga ke kategori rumah rusak berat.
Sebelumnya, BNPB juga membangun lima unit rumah contoh huntara di kawasan Pusat Jajanan dan Cinderamata, Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Rumah contoh itu dilengkapi satu kamar tidur, jaringan listrik, fasilitas air, kamar mandi, dan WC. Skema yang diberitakan menyebut BNPB menangani rumah dengan kerusakan di atas 30 persen, sedangkan Pemerintah Kabupaten Sikka menangani kerusakan di bawah 30 persen.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Ciri-ciri Komodo: Tubuh, Gigi, Kulit, dan Lidah yang Mudah Dikenali
Komodo mudah dikenali dari tubuh besar, ekor panjang, kulit bersisik keras, gigi tajam bergerigi, dan lidah kuning bercabang.
Terbaru di Flores Raya

Baca juga





