Desa Tenda Ondo Menimbang Listrik, Jalan, dan Sinyal Telekomunikasi
Warga Desa Tenda Ondo di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, memandang listrik, jalan, dan sinyal telekomunikasi sebagai tiga layanan dasar yang perlu diperkuat.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Labuan Bajo — Warga Desa Tenda Ondo di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, mengemukakan tiga kebutuhan layanan dasar yang mereka anggap penting bagi kehidupan sehari-hari: listrik, jalan, dan sinyal telekomunikasi. Percakapan mengenai tiga kebutuhan ini terekam dalam sebuah laporan yang terbit pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Desa Tenda Ondo tercatat sebagai salah satu desa di Kabupaten Ende, berstatus desa terpencil dalam dokumen perencanaan daerah, dengan akses yang masih terbatas ke berbagai layanan dasar. Di tengah kondisi tersebut, warga setempat memandang listrik, jalan, dan sinyal sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka kesempatan ekonomi.
Listrik sebagai penopang aktivitas warga
Listrik menjadi salah satu kebutuhan yang disebutkan warga sebagai prioritas. Bagi mereka, kehadiran listrik bukan sekadar penerangan, melainkan penopang aktivitas rumah tangga dan belajar pada malam hari.
Penyalaan perdana jaringan listrik tegangan menengah untuk Desa Tenda Ondo dilaksanakan pada 21 Desember 2022. Bupati Ende Djafar Achmad bersama perwakilan pemerintah Kabupaten Nagekeo menghadiri kegiatan tersebut dan menyaksikan penyambungan listrik ke desa-desa di Nangapanda, termasuk Tenda Ondo. Sejak saat itu, warga mulai menikmati aliran listrik dari jaringan PLN.
Di tingkat Pulau Flores, PLN melaporkan bahwa setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada Agustus 2026, sistem kelistrikan telah dipulihkan hampir sepenuhnya. Gardu induk dan gardu distribusi yang sempat terdampak kembali beroperasi, dan lebih dari 99 persen pelanggan di enam kabupaten, termasuk Ende, telah kembali menikmati pasokan listrik. Namun, pemulihan di setiap desa tetap bergantung pada kondisi jaringan lokal dan infrastruktur yang sudah ada.
Jalan sebagai akses keluar-masuk desa
Dalam percakapan warga, jalan disebut sebagai kebutuhan yang tidak kalah penting. Jalan dipandang bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi sebagai akses keluar-masuk desa untuk pendidikan, layanan kesehatan, dan distribusi hasil pertanian.
Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Ende menempatkan Desa Tenda Ondo dalam kategori desa terpencil. Kategori ini berkaitan dengan keterbatasan akses, termasuk infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya memadai.
Pada skala Pulau Flores, pemerintah pusat melaporkan bahwa setelah gempa Agustus 2026, akses transportasi darat di Flores kembali terbuka dan tidak ada lagi ruas jalan yang terputus total akibat longsor maupun kerusakan jembatan, meski perbaikan fisik masih berjalan. Bagi warga desa terpencil seperti Tenda Ondo, peningkatan kualitas jalan tetap menjadi isu penting karena menentukan kecepatan dan biaya mobilitas.
Sinyal telekomunikasi dan kebutuhan informasi
Sinyal telekomunikasi juga muncul dalam pembicaraan warga sebagai salah satu kebutuhan dasar. Warga mengaitkan sinyal dengan akses informasi, komunikasi keluarga, serta peluang usaha.
Setelah gempa di Flores, pemerintah dan operator telekomunikasi melaporkan bahwa pemulihan jaringan seluler di Kabupaten Ende dan beberapa kabupaten lain telah mencapai tingkat di atas 90 persen, dengan pemancar sinyal kembali berfungsi di sebagian besar wilayah. Pemerintah pusat dan TelkomGroup menyatakan bahwa seluruh Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak di NTT telah kembali beroperasi.
Meski demikian, tidak semua desa merasakan kualitas layanan yang sama. Desa terpencil cenderung memiliki titik blank spot dan akses yang terbatas ke layanan data. Bagi warga Tenda Ondo, sinyal telekomunikasi dipandang sebagai kebutuhan untuk mengakses layanan publik, pendidikan daring, dan pasar di luar desa.
Pembangunan desa dan anggaran
Dalam daftar dana desa Kabupaten Ende tahun anggaran 2025, Tenda Ondo memperoleh alokasi lebih dari Rp665 juta. Dana ini menjadi salah satu instrumen kebijakan yang dapat digunakan pemerintah desa untuk meningkatkan pelayanan dasar, termasuk perbaikan jalan lingkungan, sarana umum, dan dukungan konektivitas.
Desa Tenda Ondo juga tercantum dalam berbagai data resmi sebagai bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Ende, sejajar dengan desa-desa lain seperti Tendarea dan Timbaria. Posisi ini menempatkan desa dalam sistem perencanaan pembangunan kabupaten, dengan akses ke program nasional seperti dana desa dan elektrifikasi.
Bagi warga, listrik, jalan, dan sinyal telekomunikasi bukanlah isu terpisah. Ketiganya mereka pandang sebagai satu kesatuan layanan dasar yang menentukan bagaimana desa dapat berkembang, bagaimana anak-anak belajar, dan bagaimana hasil kebun dapat dijual ke luar wilayah.
Sumber
- Wikipedia bahasa Indonesia: Tenda Ondo, Nangapanda, Ende
- Budaya Indonesia: Desa Tenda
- RMOL: Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen
- RIWARA.id: Listrik dan Sinyal HP di Flores Pulih Hampir 100 Persen Usai Gempa M7,7
- Sikambapang.com: Daftar Kecamatan, Desa/Kelurahan, dan Kode Pos Ende NTT
- Monitorpos.net: Infrastruktur Listrik dan Telekomunikasi Hampir Pulih Total
- Tangselpos.id: Listrik dan Sinyal Flores Pulih 100 Persen Penanganan Pascagempa NTT
- Kemendikdasmen: Data Pendidikan SD Tenda
- Ekorantt.com: Penyalaan Perdana Listrik Tiga Desa di Nangapanda dan Kampung Malasera
- RKPD Kabupaten Ende 2016
- Tribunbatam.id: Daftar Lengkap Dana Desa Kabupaten Ende 2025
- OG Indonesia: Pasokan Listrik Utama di Flores Kembali Normal
- Flores Pos
Berita berikutnya

Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Capai 2.500 Meter
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur erupsi pada 27 Agustus 2026 pukul 08.30 WITA. Kolom abu setinggi sekitar 2.500 meter teramati bergerak ke ba…
Baca juga


