BPS: 49.947 Penduduk Manggarai Barat Miskin pada 2022
BPS mencatat 49.947 penduduk Manggarai Barat hidup dalam kemiskinan pada 2022. Dari jumlah itu, 28.515 jiwa berada dalam kategori miskin ekstrem, yang menggunakan ambang kemiskinan Bank Dunia.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 49.947 penduduk Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, hidup dalam kemiskinan pada 2022 atau sekitar 17,15 persen dari total 259.566 penduduk, menurut keterangan Kepala BPS Manggarai Barat Ade Sandi Parwoto pada Januari dan Juli 2023.
Dari jumlah itu, 28.515 jiwa atau 9,79 persen berada dalam kategori miskin ekstrem pada 2022.
Data BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin ekstrem di daerah itu meningkat dibandingkan 2021, ketika tercatat 19.906 jiwa atau 6,98 persen dari penduduk Manggarai Barat.
Menurut penjelasan Ade Sandi Parwoto yang dikutip sejumlah laporan media lokal, penduduk miskin ekstrem merupakan bagian dari keseluruhan penduduk miskin.
Kategori miskin ekstrem tidak ditambahkan di luar angka 49.947 jiwa, melainkan termasuk di dalamnya.
Perbedaan ukuran kemiskinan
Ade menjelaskan, penghitungan kemiskinan ekstrem menggunakan standar Bank Dunia dengan ambang paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP) sebesar 1,9 dolar Amerika Serikat per orang per hari.
Dalam pemaparan BPS Manggarai Barat pada 2023 yang dirangkum pemerintah daerah, nilai ambang PPP tersebut dikonversi setara sekitar Rp11.800 sampai Rp12.000 per orang per hari, atau kurang lebih Rp360.000 per kapita per bulan.
Sementara itu, kemiskinan menurut ukuran BPS ditentukan berdasarkan garis kemiskinan.
Seseorang dikategorikan miskin apabila rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan.
Untuk Manggarai Barat, garis kemiskinan pada 2022 tercatat sekitar Rp405.000 per kapita per bulan, naik dari Rp370.943 pada 2021, menurut publikasi BPS dan ringkasan kinerja pemerintah daerah.
Ringkasan angka yang disampaikan BPS untuk Manggarai Barat:
- Penduduk miskin 2022: 49.947 jiwa atau 17,15 persen.
- Penduduk miskin ekstrem 2022: 28.515 jiwa atau 9,79 persen.
- Garis kemiskinan 2022: sekitar Rp405.000 per kapita per bulan.
- Penduduk miskin 2021: 51.150 jiwa atau 17,92 persen.
- Penduduk miskin ekstrem 2021: 19.906 jiwa atau 6,98 persen.
Perbandingan tersebut menunjukkan jumlah penduduk miskin secara keseluruhan turun sekitar 1.203 jiwa dari 2021 ke 2022.
Namun, jumlah penduduk miskin ekstrem naik sekitar 8.609 jiwa pada periode yang sama.
Arah perubahan dan pembaruan data
Penurunan angka kemiskinan umum dan kenaikan kemiskinan ekstrem itu menjadi salah satu indikator penting dalam membaca kondisi sosial ekonomi Manggarai Barat.
Menurut ringkasan BPS yang dikutip pemerintah daerah, penurunan persentase penduduk miskin dari 17,92 persen menjadi 17,15 persen menunjukkan perbaikan agregat.
Di sisi lain, kenaikan persentase penduduk miskin ekstrem dari 6,98 persen menjadi 9,79 persen mengindikasikan bertambahnya kelompok rumah tangga dengan pengeluaran sangat rendah.
Publikasi BPS tingkat nasional mengenai kemiskinan daerah juga memuat deret angka Manggarai Barat yang sejalan dengan data tersebut, dengan penulisan jumlah penduduk miskin sekitar 49,95 ribu jiwa dan persentase 17,15 persen untuk 2022.
Dokumen laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD) 2022 pemerintah Manggarai Barat merujuk langsung pada data BPS dalam menggambarkan tren kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di wilayah itu.
Konteks Manggarai Barat
Media lokal di Flores Barat yang menelaah pembangunan dan ketimpangan di Manggarai Barat juga menggunakan angka BPS tersebut sebagai rujukan.
Mereka menyoroti bahwa meski tingkat kemiskinan umum menurun antara 2021 dan 2022, peningkatan kemiskinan ekstrem menjadi tantangan bagi kebijakan sosial di daerah wisata itu.
Dalam beberapa laporan mendalam, angka 49.947 penduduk miskin dan 28.515 penduduk miskin ekstrem pada 2022 muncul sebagai latar untuk membahas akses infrastruktur dasar, biaya hidup, dan upah layak bagi pekerja di Labuan Bajo dan kecamatan lain.
Sumber
- detik.com - "Laju Tak Terkendali Penduduk Miskin Ekstrem di Manggarai Barat"
- Floresa.co - "Ironi Manggarai Barat: di Labuan Bajo Pembangunan Infrastrukturnya Masif, di Pedalaman Warga Masih Harus ‘Mengemis’ agar Punya Jalan"
- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat - LPPD 2022
- Badan Pusat Statistik - Ringkasan Data dan Informasi Kemiskinan (file PDF Manggarai Barat)
Berita berikutnya

Baca juga


