Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Desa Wisata Coal Masuk 300 Besar ADWI 2023

Desa Wisata Coal di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, masuk 300 besar ADWI 2023. Desa ini mengembangkan ekowisata berbasis komunitas dengan mengandalkan Bukit Porong, kekayaan budaya Manggarai, dan kreativitas pemuda sebagai penggerak.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Desa Wisata Coal di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, masuk jajaran 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dan mengembangkan ekowisata berbasis komunitas dengan mengandalkan Bukit Porong, budaya Manggarai, serta keterlibatan pemuda.

Menurut profil resmi pada laman Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata, Desa Wisata Coal berada di bagian timur destinasi superprioritas Labuan Bajo, tepatnya di Kampung Porong Tedeng, Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat. Perjalanan menuju desa ini ditempuh lewat jalur darat menggunakan kendaraan bermotor, dengan waktu tempuh sekitar 2–4 jam dari Labuan Bajo menurut berbagai pemberitaan.

Jarak tempuh tersebut menjadi tantangan pengembangan pariwisata di wilayah timur Manggarai Barat. Pada saat yang sama, Coal menunjukkan bahwa pengembangan atraksi dapat dimulai dari pemanfaatan aset lokal, kerja bersama warga, dan penguatan kelembagaan di tingkat desa.

Pemuda sebagai penggerak awal

Pengelolaan potensi wisata Coal tumbuh dari inisiatif masyarakat, terutama anak muda yang mengorganisasi diri dalam Ikatan Pemuda Kreatif (IPK). Kelompok ini menjadi motor pengembangan Bukit Porong sebagai destinasi utama desa wisata.

Jurnal akademik tentang pengembangan Desa Wisata Coal mencatat bahwa Bukit Porong dibangun atas dasar kreativitas pemuda setempat. Mereka menata bukit sebagai lokasi kunjungan dengan spot foto sederhana berbahan kayu dan bambu, sehingga memberi titik pandang baru atas lanskap perbukitan, lembah sungai, dan kawasan hutan di sekitarnya.

Profil Desa Wisata Coal di Jadesta menyebut bukit ini sebagai Bukit Porong Tedeng yang menjadi ikon desa wisata. Dalam sejumlah publikasi, Porong dimaknai sebagai bukit harapan yang mengajak pengunjung melihat dan menyaksikan hamparan alam dari ketinggian.

Secara kelembagaan, pengelola desa wisata diperkuat dengan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Porong. Kajian akademik mencatat bahwa penetapan Desa Wisata Coal diikuti pembentukan Pokdarwis dan pengesahan melalui Surat Keputusan Bupati Manggarai Barat Nomor 106/KEP/HK/2021 dengan tanggal 20 April 2021. Pemberitaan lokal menulis bahwa Pokdarwis Bukit Porong terbentuk dan pengurusnya dilantik pada 6 Maret 2021.

Peluncuran desa wisata dan pengakuan ADWI

Desa Wisata Coal resmi diluncurkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada 19 Desember 2022. Peluncuran ini menandai pengakuan formal atas pengembangan destinasi Bukit Porong dan paket wisata yang telah dirintis komunitas.

Pada 2023, Desa Wisata Coal masuk kategori 300 besar dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) sebagaimana tercatat dalam data Jadesta kategori desa wisata kabupaten Manggarai Barat. Pengumuman 300 besar ADWI 2023 dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui kanal resmi dan mengajak desa wisata untuk terus meningkatkan inovasi serta pengisian data profil desa.

Pengakuan dalam 300 besar ADWI 2023 menjadi penanda bahwa Coal telah memenuhi kriteria awal pengembangan desa wisata, mulai dari atraksi, akses, hingga kelembagaan pengelola. Namun manfaat jangka panjang bergantung pada konsistensi kunjungan wisatawan dan kemampuan pengelola menjaga mutu pengalaman wisata.

Budaya dan kebun sebagai pengalaman wisata

Desa Wisata Coal menawarkan kombinasi wisata alam, budaya, dan buatan. Bukit Porong menjadi titik utama untuk menikmati matahari terbit dan tenggelam, udara sejuk, serta pemandangan perbukitan dan air terjun di sekitar desa.

Selain lanskap bukit, pengunjung dapat menikmati paket wisata Tour Uma Duat, yaitu kunjungan ke kebun kopi milik warga untuk mempelajari proses pengolahan kopi secara tradisional. Aktivitas ini menggambarkan hubungan antara pekerjaan berkebun, pemenuhan kebutuhan hidup, dan pengetahuan lokal masyarakat.

Berbagai atraksi budaya juga ditawarkan, antara lain pertunjukan seni, permainan tradisional di halaman kampung, dan ritual yang berangkat dari falsafah Manggarai. Sejumlah paket edukasi seperti kegiatan menganyam turut dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Profil resmi Desa Wisata Coal mencantumkan fasilitas dasar yang mendukung kunjungan, antara lain area parkir, kafetaria atau tempat makan, kamar mandi umum, kios suvenir, dan area swafoto di puncak Bukit Porong. Media lokal menambahkan adanya sajian kuliner khas yang diolah ibu rumah tangga setempat sebagai bagian dari layanan Dapur Bukit Porong.

Data kunjungan yang disampaikan Ketua Pokdarwis Bukit Porong menunjukkan bahwa destinasi ini mulai menerima wisatawan secara reguler. Pada 2023, Bukit Porong dikunjungi 1.258 wisatawan nusantara dan 192 wisatawan mancanegara, naik dari total 1.090 orang pada 2022. Angka tersebut memberi indikasi awal bahwa pengembangan desa wisata mulai berkontribusi pada pergerakan wisatawan ke wilayah timur Manggarai Barat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.