BPOLBF Kembangkan Pola Perjalanan Wisata Ziarah Katolik Flores
BPOLBF bersama keuskupan dan pemerintah daerah menyusun pola perjalanan wisata ziarah Katolik di Pulau Flores dan menggelar forum bisnis untuk menghubungkan jaringan destinasi religius dengan pasar wisata domestik.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 5 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mendorong pengembangan wisata ziarah Katolik di Pulau Flores melalui penyusunan pola perjalanan terpadu, promosi dan forum bisnis yang menghubungkan situs gereja, gua Maria, kapela, taman doa, dan situs sejarah religius di berbagai kabupaten.
Dokumen Travel Pattern Pariwisata Religi Katolik Pulau Flores yang dipublikasikan BPOLBF mencantumkan jaringan destinasi wisata religi di seluruh Flores, termasuk Gereja Tua St. Theresia Lengko Ajang di Kabupaten Manggarai Timur sebagai salah satu titik ziarah resmi dalam rute tersebut, lengkap dengan narasi sejarah gereja dan konteks kolonialnya menurut BPOLBF.
Menurut BPOLBF, penyusunan pola perjalanan wisata religi Katolik Pulau Flores dilakukan bersama Keuskupan Ruteng, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, serta dinas pariwisata dari delapan kabupaten di Flores. Pola perjalanan ini memuat puluhan titik ziarah dari ujung barat hingga timur Flores yang diharapkan menjadi panduan bagi peziarah dan wisatawan.
Jaringan destinasi di Manggarai Timur
Dokumen pola perjalanan dan pemberitaan media lokal menyebut Kabupaten Manggarai Timur sebagai salah satu wilayah penting dalam jaringan wisata religi Katolik Pulau Flores. Dalam daftar resmi yang dirangkum BPOLBF dan dikutip TribunFlores, terdapat enam destinasi wisata religi Katolik di Manggarai Timur yang masuk pola perjalanan: Gua Maria Pong Dode, Gua Maria Watu Rabo, Gereja Tua St. Theresia Lengko Ajang, Gua Maria Cing Coleng, Gua Maria Sere, dan Seminari Pius XII Kisol.
BPOLBF dalam dokumen pola perjalanan memberi penjelasan khusus tentang Gereja Tua St. Theresia Lengko Ajang sebagai gereja bersejarah yang menjadi salah satu simbol peninggalan masa kolonial Belanda di Manggarai Timur. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali juga mencatat Situs Gereja Paroki Santa Theresia Lengko Ajang sebagai situs penting di Desa Wangkung, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur.
Media lokal Flores Pos menulis bahwa Gereja Tua Lengko Ajang telah berusia 96 tahun dan akan memasuki usia satu abad pada 2027. Laporan tersebut menyebut paroki Santa Theresia Lengko Ajang sebagai salah satu paroki tertua di Manggarai Timur dengan sejarah panjang pelayanan pastoral.
Forum bisnis dan penguatan pasar
Untuk menghubungkan jaringan destinasi dengan pasar wisata, BPOLBF menggelar forum bisnis bertajuk Virtual Table Top Business Meeting Pilgrimage Tourism Flores-NTT. IndonesiaSatu.co memberitakan bahwa kegiatan ini dijadwalkan BPOLBF pada 15 Mei 2025 sebagai pertemuan bisnis virtual yang mempertemukan pelaku industri pariwisata lokal dengan buyer domestik.
Media bisnis InBisnis.id melaporkan Virtual Table Top Business Meeting Pilgrimage Tourism Flores yang digelar BPOLBF di Labuan Bajo mempertemukan enam buyer dari dalam negeri dengan enam seller lokal yang bergerak di bidang pariwisata.Forum itu mencatat potensi transaksi mencapai Rp16,69 miliar untuk paket-paket wisata ziarah Katolik yang ditawarkan, termasuk Gua Maria Lourdes Larantuka, Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, serta tradisi Semana Santa di Larantuka sebagai beberapa destinasi unggulan.
InBisnis.id merinci enam pelaku usaha pariwisata lokal yang terlibat sebagai seller, yakni PT Getrudis Wela Sita, PT Flores Komodo Tour, PT Roland Travel and Tour, Angel Spirit Floresta Tour, PT Flores Exotic Tour, dan Oceanna Tour. Di sisi buyer, hadir PT Paguntaka, Aneka Kartika Tours and Travel, Oneasia Tours Indonesia, Okdo Tour and Travel Service, PT Dwidaya Wisata Indonesia, dan Stat Indonesia Tours.
BPOLBF dalam siaran resminya menyebut pengembangan travel pattern wisata religi Katolik Pulau Flores dimaksudkan sebagai strategi pengembangan wisata religi secara menyeluruh, dengan harapan dapat memperkuat narasi destinasi, promosi digital, dan forum bisnis sekaligus menjawab kebutuhan wisatawan dan pelaku industri.
Potensi manfaat bagi komunitas lokal
BPOLBF menyatakan penguatan fondasi wisata religi Katolik di Flores, termasuk melalui travel pattern dan forum bisnis, bertujuan mengoptimalkan potensi ziarah religius sebagai bagian dari produk pariwisata Flores. Menurut BPOLBF, peta perjalanan yang komprehensif diharapkan memperpanjang masa tinggal wisatawan dan memperluas ragam pengalaman, dengan mengintegrasikan unsur religi, budaya, dan ekowisata.
Bagi komunitas gereja dan warga di sekitar destinasi seperti Lengko Ajang, pengakuan resmi sebagai titik ziarah dalam travel pattern memberikan peluang untuk memperkenalkan sejarah paroki, tradisi lokal, dan keunikan arsitektur gereja kepada peziarah. Bagi pelaku usaha pariwisata dan UMKM, peningkatan kunjungan peziarah berpotensi menciptakan permintaan terhadap jasa pemandu, transportasi, akomodasi, konsumsi, cendera mata, dan produk lokal.
Kegiatan lintas keuskupan dan lintas kabupaten yang difasilitasi BPOLBF menuntut koordinasi berkelanjutan antara gereja, pemerintah daerah, pelaku usaha dan komunitas. Selain promosi, pengelolaan wisata religi di Flores membutuhkan perhatian terhadap tata ibadah, aturan kunjungan ke tempat suci, perlindungan benda bersejarah, dan keterlibatan warga sebagai bagian dari rantai nilai pariwisata.
Sumber
- BPOLBF – Travel Pattern Religi Katolik Pulau Flores (PDF)
- BPOLBF – Draft Lakin BPOLBF TA 2024 (PDF)
- InBisnis.id – Flores Didorong Jadi Destinasi Wisata Ziarah Katolik Kelas Dunia
- IndonesiaSatu.co – Gelar Virtual Table Top Wisata, BPOLBF: Integrasikan Daya Tarik Ziarah Religi Katolik ke Paket Wisata
- TribunFlores.com – 54 Tempat Wisata Religi Katolik di Pulau Flores dari Ujung Barat hingga Timur
- Mudika Florespos – Menengok Gereja Tua Lengko Ajang di Keuskupan Ruteng
- Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali – Situs Gereja Paroki Santa Theresia Lengko Ajang
- BPOLBF – Kolaborasi BPOLBF–UPH Lanjutkan Riset Pengembangan Wisata Religi Katolik di Pulau Flores dan Sekitarnya
- The Jakarta Post – Launching a Travel Pattern for Catholic Religious Tourism on Flores Island
Berita berikutnya

Ekowisata Kampung Kerora di Pulau Rinca Resmi Dibuka BTNK
Balai Taman Nasional Komodo membuka jalur ekowisata Kampung Kerora di Pulau Rinca pada 6 Maret 2025. Destinasi ini menawarkan trekking, pengamatan sat…
Baca juga


