BNPB: Kebakaran Lahan 25 Hektare di Labuan Bajo Telah Padam
BNPB menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT, telah dipadamkan pada Kamis, 16 Juli 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, telah berhasil dipadamkan pada Kamis, 16 Juli 2026. Menurut BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan keterangan resmi di Jakarta pada Jumat, 17 Juli 2026. Dalam pernyataannya, Abdul menjelaskan bahwa kebakaran melanda kawasan Kelurahan Labuan Bajo dan menghanguskan sedikitnya 25 hektare vegetasi kering. Pemadaman dilakukan tim gabungan yang terdiri antara lain dari unsur BPBD dan aparat daerah.
Abdul menyebut titik api pertama kali diketahui pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 14.18 WITA. Api kemudian menyebar di lahan kering di wilayah Labuan Bajo bagian utara sebelum berhasil dikendalikan. BPBD Manggarai Barat melaporkan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.
Cuaca kering dan angin mempercepat api
BNPB mencatat cuaca panas dan kering yang disertai embusan angin kencang sebagai faktor utama yang membuat api cepat meluas. Abdul menjelaskan bahwa kondisi ini berkontribusi terhadap luasnya lahan yang terbakar. Di sisi lain, pemerintah daerah mengaitkan kebakaran lahan terbuka di kawasan perbukitan Labuan Bajo dengan pola kejadian berulang pada musim kemarau, ketika vegetasi sabana mudah terbakar.
Dalam keterangan yang sama, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan karhutla untuk memperkuat kesiapsiagaan. Imbauan itu mencakup pencegahan aktivitas yang berpotensi memicu api, seperti membakar sampah di lahan terbuka atau meninggalkan sumber api di area sabana.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan pemadam kebakaran menyatakan kebakaran di perbukitan sabana sekitar kawasan wisata Labuan Bajo dapat dikendalikan setelah operasi pemadaman beberapa jam. Operasi pemadaman dan pendinginan dilakukan dengan mobil pemadam kebakaran, suplai air, serta penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api atau bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Sejumlah kebakaran lahan di Labuan Bajo
Menurut pemerintah daerah, kebakaran lahan terbuka mendominasi kejadian kebakaran di Manggarai Barat pada musim kemarau 2026, terutama di kawasan perbukitan sekitar Labuan Bajo. Data sementara menunjukkan sedikitnya belasan kejadian kebakaran hingga pertengahan Juli 2026, dengan beberapa peristiwa besar di Bukit Silvia, kawasan utara Plataran Resort hingga Bukit Keranga, dan sabana dekat hotel berbintang di Labuan Bajo.
Pada 15 Juli 2026, kebakaran di perbukitan sabana sekitar Plataran Komodo Resort hingga wilayah Keranga diperkirakan menghanguskan sekitar 80 sampai 100 hektare lahan. Petugas damkar lintas instansi di Labuan Bajo bahu-membahu memadamkan api dan memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan permukiman warga. Beberapa hari setelahnya, kebakaran lain di kawasan sabana dekat hotel berbintang di Labuan Bajo juga berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
BNPB menempatkan kejadian kebakaran lahan di Labuan Bajo sebagai bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi, terutama karhutla dan kekeringan, yang mendominasi sejumlah wilayah Indonesia pada Juli 2026. Lembaga tersebut meminta daerah-daerah rawan, termasuk wilayah wisata di Flores bagian barat, memperkuat sistem peringatan dini dan penegakan larangan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di lahan kering.
Sumber
Berita berikutnya

Bulog Bongkar 150 Ton Beras Movenas di Pelabuhan Labuan Bajo
Perum Bulog membongkar sekitar 150 ton beras mobilisasi nasional di Pelabuhan Labuan Bajo pada 21 Agustus 2026 untuk memperkuat stok pangan Nusa Tengg…
Baca juga



