Bandara Komodo Mendekati Kapasitas Rencana 1,1 Juta Penumpang
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendorong penambahan kapasitas ruang tunggu Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mendorong penambahan kapasitas ruang tunggu Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, setelah jumlah penumpang mendekati kapasitas rencana 1,1 juta orang per tahun menurut paparan pengelola bandara hingga Oktober 2025.
Ajakan itu disampaikan dalam kunjungan kerja Agus Harimurti Yudhoyono ke Bandara Internasional Komodo pada Jumat, 14 November 2025, yang juga dihadiri Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma dan Kepala UPBU Komodo Ceppy Triono.
Dalam kunjungan tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono menilai ruang tunggu bandara masih terbatas dan perlu diperluas agar tidak terasa sesak pada jam sibuk serta mampu mengakomodasi pertumbuhan penumpang yang pesat setelah pandemi Covid-19.
Lonjakan penumpang dan kapasitas bandara
Menurut keterangan tertulis yang dikutip sejumlah media, kapasitas Bandara Internasional Komodo dirancang untuk menampung sekitar 1,1 juta penumpang per tahun.
Agus Harimurti Yudhoyono menyebut kapasitas tersebut sudah dapat dicapai bahkan berpotensi terlampaui, seiring kenaikan jumlah penumpang yang dilayani bandara hingga Oktober 2025.
Kepala Bandara Komodo Ceppy Triono menjelaskan dalam pertemuan dengan Menko IPK bahwa bandara mencatat 954.614 penumpang sepanjang 2025, dengan pertumbuhan 8–10 persen per tahun dan pergerakan penumpang yang hampir menembus satu juta orang.
Ceppy Triono menambahkan bahwa pada semester pertama 2025 saja pelayanan penumpang sudah mencapai sekitar 470 ribu orang, didorong pembukaan rute baru Labuan Bajo–Singapura serta rencana pembukaan rute ke Lombok dan Bima.
Data yang dipaparkan kepada Menko IPK dan diberitakan media nasional juga menunjukkan bahwa sepanjang 2024 jumlah penumpang domestik yang datang dan berangkat di Bandara Internasional Komodo mencapai sekitar 970.472 orang, sementara total penumpang sepanjang 2024 mendekati 983.792 orang.
Usulan perluasan terminal dan pengaturan operasi
Dalam paparan kepada Menko IPK, Ceppy Triono menyampaikan bahwa kapasitas bandara sebesar 1,1 juta penumpang per tahun semula ditargetkan tercapai sekitar 2035, tetapi pergerakan penumpang telah mencapai sekitar 900 ribu hingga Oktober 2025.
Menurut Ceppy, pengelola bandara telah menyiapkan sejumlah langkah operasional untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, antara lain pengaturan slot time penerbangan, perpanjangan jam operasi, dan optimalisasi pemanfaatan terminal yang ada.
Ceppy juga memaparkan rencana strategi pengembangan, termasuk dukungan transportasi truk pengangkut avtur dari Ende, optimalisasi sistem kelistrikan pada 2026, perluasan terminal penumpang, dan pembangunan terminal kargo yang ditargetkan selesai pada 2030.
Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa pengelola bandara bersama pemerintah daerah telah mengusulkan perluasan ruang tunggu kepada kementerian terkait sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendukung pariwisata Labuan Bajo.
Menurut dia, kesiapan bandara, terminal, dan akses jalan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran arus wisatawan dan memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi utama di Nusa Tenggara Timur.
UMKM dan ekonomi kreatif di terminal
Dalam kunjungan ke terminal penumpang, Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi keberadaan gerai usaha mikro, kecil, dan menengah yang mempromosikan produk ekonomi kreatif dan komoditas khas Nusa Tenggara Timur.
Gerai-gerai tersebut memasarkan antara lain kain tenun dan produk kopi lokal, yang disebut Menko IPK sebagai bagian dari upaya menghubungkan pengembangan infrastruktur transportasi dengan penguatan ekonomi lokal di kawasan Labuan Bajo.
Sumber
Berita berikutnya

Bulog Bongkar 150 Ton Beras Movenas di Pelabuhan Labuan Bajo
Perum Bulog membongkar sekitar 150 ton beras mobilisasi nasional di Pelabuhan Labuan Bajo pada 21 Agustus 2026 untuk memperkuat stok pangan Nusa Tengg…

