BMKG: Perairan NTT Berpotensi Berombak Sedang Hingga 20 September
BMKG memprakirakan gelombang laut kategori sedang akan terjadi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur pada 19–20 September 2026, termasuk Selat Sape bagian selatan, Perairan Utara Flores, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, dan Selat…
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Nusa Tenggara Timur — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang laut kategori sedang akan terjadi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur pada 19–20 September 2026, tanpa adanya wilayah yang masuk kategori gelombang tinggi pada periode tersebut.
Menurut rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang yang dikutip RRI Kupang, informasi tinggi gelombang untuk perairan NTT berlaku 17 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga 20 September 2026 pukul 08.00 WITA.
Dalam rilis itu, gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter diprakirakan terjadi pada 19–20 September 2026 di sejumlah wilayah, antara lain Selat Sape bagian selatan, Perairan Utara Flores, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Alor–Pantar, Selat Sumba bagian barat, Perairan Selatan Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, serta Perairan Selatan Timor–Rote.
Media lokal lain yang merangkum prakiraan BMKG menyebut gelombang kategori sedang pada 18–20 September 2026 berpotensi terjadi di wilayah perairan yang serupa, termasuk Selat Sape bagian selatan, Perairan Flores, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Flores, Perairan Selatan Alor–Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor–Rote, dan Perairan Taman Nasional Komodo.
BMKG melalui rilis yang sama menegaskan bahwa untuk periode 19–20 September 2026 tidak ada wilayah perairan di NTT yang diprakirakan mengalami gelombang kategori tinggi, yakni lebih dari 2,5 hingga 3,5 meter. Peringatan gelombang tinggi pada hari-hari sebelumnya terutama berkaitan dengan Perairan Selatan Sumba, yang diprakirakan mengalami gelombang 2,5–3,5 meter pada 17–18 dan 18–19 September 2026.
Gelombang kategori sedang tetap berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran, khususnya kapal berukuran kecil, perahu nelayan, dan wisata bahari di kawasan pesisir NTT.
BMKG mengimbau pengguna jasa transportasi laut, nelayan, dan pengelola wisata untuk memperhatikan prakiraan cuaca maritim harian serta memperbarui informasi sebelum berlayar. Kewaspadaan diperlukan terutama di selat-selat sempit dan perairan yang secara konsisten berada dalam zona gelombang sedang selama periode prakiraan.
Selain tinggi gelombang, BMKG juga mencatat kecepatan angin yang dapat memperkuat kondisi laut berombak, sehingga masyarakat pesisir dan pelaku usaha di sektor kelautan disarankan menyesuaikan jadwal pelayaran dengan kondisi cuaca terbaru.
Sumber
Berita berikutnya

Gempa Flores, 11 Dapur MBG, dan Akuntabilitas Bantuan
Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 memicu kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Nagekeo.

