Kabar Labuan Bajo

Minggu, 1 November 2026

KSOP Waspadai Angin 25 Knot di Perairan Labuan Bajo

KSOP Labuan Bajo memperingatkan embusan angin hingga 25 knot pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Nakhoda diminta memperketat keselamatan pelayaran.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tali tambat kapal terikat rapi pada bollard di dek sebuah kapal berwarna putih.
Ilustrasi: Tali tambat kapal terikat rapi pada bollard di dek sebuah kapal berwarna putih. · Foto: Mathias Reding / Pexels

Labuan Bajo — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memperingatkan nakhoda dan pelaku usaha wisata bahari terhadap potensi embusan angin hingga 25 knot di perairan Labuan Bajo, Taman Nasional Komodo, dan sekitarnya pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Peringatan itu tertuang dalam Maklumat Pelayaran Nomor 07/MP-X/2026 tertanggal 30 Oktober 2026. Maklumat tersebut diterbitkan berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.

KSOP meminta nakhoda memastikan kapal laik laut sebelum berangkat, memantau perkembangan prakiraan cuaca secara berkala, serta memberikan pengarahan keselamatan kepada penumpang. Kapal juga diingatkan tidak melakukan pelayaran pada malam hari.

Sejumlah titik perlu mendapat perhatian karena berpotensi mengalami arus kuat, pusaran air, gelombang tinggi, angin kencang, pertemuan arus, atau karang timbul. Daftar yang disebut dalam laporan mencakup Perairan Pulau Kelor, Perairan Batu Tiga, Selat Molo, Perairan Loh Kima, dan Perairan Pulau Luwu.

Angin 25 knot meningkatkan risiko pelayaran wisata

Peringatan ini penting bagi wisatawan, operator kapal, dan warga pesisir karena jalur perairan Labuan Bajo ramai digunakan kapal wisata, kapal penumpang, serta kapal nelayan. Kondisi angin mendadak dapat memperburuk situasi di lokasi yang memiliki arus kuat atau gelombang tinggi.

KSOP menegaskan dapat menunda penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) apabila kondisi cuaca berdasarkan prakiraan dinilai tidak aman. Karena itu, keberangkatan tidak hanya bergantung pada jadwal perjalanan, tetapi juga pada hasil pemantauan cuaca dan kesiapan kapal.

Nakhoda diminta menyiapkan langkah antisipasi keadaan darurat dan memastikan informasi cuaca diterima selama pelayaran. Penumpang sebaiknya mengikuti pengarahan keselamatan serta mematuhi keputusan nakhoda dan KSOP ketika kondisi laut memburuk.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.