Kabar Labuan Bajo

Kamis, 8 Oktober 2026

IPKJI NTT Dampingi Korban Gempa di Nagekeo dan Manggarai Timur

IPKJI NTT bersama RSJ Naimata Kupang mendampingi warga terdampak gempa Flores di Nagekeo, Borong, Reo, dan Dampek. Tim menemukan trauma serta kecemasan pada korban.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan perbukitan hijau dan semak-semak di bawah langit mendung yang redup.
Ilustrasi: Pemandangan perbukitan hijau dan semak-semak di bawah langit mendung yang redup. · Foto: Mehmet Ali Turan / Pexels

Kupang — Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan pendampingan psikososial kepada masyarakat terdampak gempa Flores. Tim bersama jajaran Direksi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata Kupang menyambangi sejumlah posko di Kabupaten Nagekeo, Borong di Kabupaten Manggarai Timur, serta wilayah Reo dan Dampek. Informasi ini diberitakan RRI pada 6 Oktober 2026 dan diperbarui 7 Oktober 2026.

Ketua IPKJI Provinsi NTT, Imakulata Bete, memimpin tim kloter pertama. Kegiatan tersebut difasilitasi Pemuda Katolik POMDA NTT dan diarahkan untuk membantu korban mengenali serta mengekspresikan respons psikologis setelah bencana, sekaligus mendukung pemulihan kesehatan jiwa secara berkelanjutan.

Dalam pendampingan itu, tim menemukan trauma dan kecemasan pada warga terdampak. Reaksi yang muncul dapat berupa sulit tidur, kecemasan berlebihan, mudah menangis, emosi tidak stabil, dan kewaspadaan berlebihan. Pada anak-anak, bunyi tertentu dapat mengingatkan kembali pengalaman gempa. Responsnya bisa disertai jantung berdebar, mimpi buruk, serta keluhan fisik seperti mual.

Pendampingan di Nagekeo dan Manggarai Timur penting bagi pemulihan warga

Penanganan bencana pada fase awal sering berfokus pada makanan dan tempat tinggal. Namun, keterangan IPKJI NTT menunjukkan kebutuhan kesehatan jiwa juga perlu ditangani sejak awal, terutama ketika gempa susulan atau kondisi darurat membuat warga terus berada dalam keadaan waspada.

Pendampingan tidak hanya ditujukan kepada orang dewasa. Anak-anak dan orang tua perlu didampingi secara bersamaan karena tekanan orang tua dapat memengaruhi anak. Dukungan psikososial membantu warga memiliki ruang untuk bercerita dan mengenali reaksi yang mereka alami.

IPKJI NTT menyebut dampak psikologis pascabencana tidak selalu selesai dalam hitungan hari atau minggu. Jika tidak ditangani dengan baik, trauma dapat berlangsung lebih lama. RRI juga melaporkan bahwa pendampingan sebelumnya mencakup sejumlah posko di Nagekeo, Borong, Manggarai Timur, Reo, dan Dampek.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores Raya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.