IPKJI NTT Dampingi Korban Gempa di Nagekeo dan Manggarai Timur
IPKJI NTT bersama RSJ Naimata Kupang mendampingi warga terdampak gempa Flores di Nagekeo, Borong, Reo, dan Dampek. Tim menemukan trauma serta kecemasan pada korban.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kupang — Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan pendampingan psikososial kepada masyarakat terdampak gempa Flores. Tim bersama jajaran Direksi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata Kupang menyambangi sejumlah posko di Kabupaten Nagekeo, Borong di Kabupaten Manggarai Timur, serta wilayah Reo dan Dampek. Informasi ini diberitakan RRI pada 6 Oktober 2026 dan diperbarui 7 Oktober 2026.
Ketua IPKJI Provinsi NTT, Imakulata Bete, memimpin tim kloter pertama. Kegiatan tersebut difasilitasi Pemuda Katolik POMDA NTT dan diarahkan untuk membantu korban mengenali serta mengekspresikan respons psikologis setelah bencana, sekaligus mendukung pemulihan kesehatan jiwa secara berkelanjutan.
Dalam pendampingan itu, tim menemukan trauma dan kecemasan pada warga terdampak. Reaksi yang muncul dapat berupa sulit tidur, kecemasan berlebihan, mudah menangis, emosi tidak stabil, dan kewaspadaan berlebihan. Pada anak-anak, bunyi tertentu dapat mengingatkan kembali pengalaman gempa. Responsnya bisa disertai jantung berdebar, mimpi buruk, serta keluhan fisik seperti mual.
Pendampingan di Nagekeo dan Manggarai Timur penting bagi pemulihan warga
Penanganan bencana pada fase awal sering berfokus pada makanan dan tempat tinggal. Namun, keterangan IPKJI NTT menunjukkan kebutuhan kesehatan jiwa juga perlu ditangani sejak awal, terutama ketika gempa susulan atau kondisi darurat membuat warga terus berada dalam keadaan waspada.
Pendampingan tidak hanya ditujukan kepada orang dewasa. Anak-anak dan orang tua perlu didampingi secara bersamaan karena tekanan orang tua dapat memengaruhi anak. Dukungan psikososial membantu warga memiliki ruang untuk bercerita dan mengenali reaksi yang mereka alami.
IPKJI NTT menyebut dampak psikologis pascabencana tidak selalu selesai dalam hitungan hari atau minggu. Jika tidak ditangani dengan baik, trauma dapat berlangsung lebih lama. RRI juga melaporkan bahwa pendampingan sebelumnya mencakup sejumlah posko di Nagekeo, Borong, Manggarai Timur, Reo, dan Dampek.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Sosial & Kemanusiaan
BNPB Mempercepat Pembangunan Huntara Penyintas Gempa di Manggarai
BNPB mempercepat pembangunan huntara bagi penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur. Di Manggarai, 110 unit masih dikerjakan dan empat selesai; di Mangga…
Paling ramai di Flores Raya

Berita utama hari ini

Baca juga





