Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 10 Oktober 2026

Kemiskinan di Flores Raya: Membaca Angka Tiap Kabupaten pada 2025

Data kemiskinan memperlihatkan jarak antarwilayah di Flores Raya. Flores Timur mencatat persentase terendah dalam data 2025, sementara Manggarai memiliki angka tertinggi di antara kabupaten yang disebut.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Nasi putih hangat yang disajikan di dalam mangkuk kayu.
Ilustrasi: Nasi putih hangat yang disajikan di dalam mangkuk kayu. · Foto: Tuğba / Pexels

Seberapa besar kemiskinan di Flores Raya? Data yang dirujuk dalam laporan ini menunjukkan angkanya berbeda antarwilayah. Pada 2025, persentase penduduk miskin tercatat 10,88 persen di Flores Timur, 11,22 persen di Ngada, 11,25 persen di Sikka, 12,18 persen di Nagekeo, 16,09 persen di Manggarai Barat, dan 18,10 persen di Manggarai, menurut BPS sebagaimana dirangkum Warta NTT, 2025.

Wilayah mana yang memiliki angka kemiskinan terendah?

Di antara kabupaten Flores Raya yang disebut dalam data tersebut, Flores Timur memiliki persentase penduduk miskin paling rendah, yakni 10,88 persen pada 2025. Ngada berada pada angka 11,22 persen, sedangkan Sikka 11,25 persen, menurut Warta NTT, 2025.

Angka itu adalah persentase penduduk yang masuk kategori miskin, bukan jumlah seluruh penduduk kabupaten. BPS mengukur kemiskinan dengan pendekatan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar melalui pengeluaran, mencakup kebutuhan makanan dan nonmakanan, menurut BPS Provinsi NTT, 2025.

Mengapa angka Manggarai Barat dan Manggarai berbeda?

Manggarai Barat tercatat memiliki persentase penduduk miskin 16,09 persen, sedangkan Manggarai 18,10 persen pada 2025, menurut Warta NTT, 2025. Perbedaan itu menunjukkan indikator kemiskinan tidak otomatis sama antarwilayah, meski kedua kabupaten berada di Flores bagian barat.

Angka tersebut tidak menjelaskan sendiri penyebab perbedaan. Untuk membaca kondisi tiap kabupaten, persentase perlu dibedakan dari garis kemiskinan dan jumlah penduduk miskin.

Apa arti garis kemiskinan bagi pembacaan data?

Garis kemiskinan adalah batas pengeluaran per kapita per bulan yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang masuk kategori miskin. BPS membentuknya dari garis kemiskinan makanan dan nonmakanan, menurut BPS Provinsi NTT, 2025.

Pada Maret 2025, garis kemiskinan NTT tercatat Rp549.607 per kapita per bulan, menurut Databoks yang mengutip BPS, 2026. Nilai itu merupakan angka provinsi; kabupaten memiliki angka masing-masing, termasuk Ende Rp549.363, Nagekeo Rp516.140, Ngada Rp510.269, dan Flores Timur Rp429.094 per kapita per bulan.

Bagaimana posisi data ini dalam konteks Flores?

Data kemiskinan perlu dibaca bersama ukuran yang sama dan tahun yang sama. Laporan Kementerian Keuangan tentang Flores Timur mencatat persentase penduduk miskin kabupaten itu 11,25 persen pada 2024, turun dari 11,77 persen pada 2023, sehingga angka 10,88 persen untuk 2025 menunjukkan adanya pembaruan periode pengukuran, menurut DJPb Kementerian Keuangan, 2025.

Dengan demikian, perbandingan 2025 dalam laporan ini mencakup Flores Timur, Ngada, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, dan Manggarai; masing-masing angka harus dipahami sebagai persentase penduduk miskin pada wilayah dan tahun yang disebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores Raya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.