Kabar Labuan Bajo

Kamis, 8 Oktober 2026

BMKG Perpanjang Waspada Gelombang Tinggi di Flores

Pembaruan 7 Oktober 2026 menyebut peringatan gelombang tinggi masih berlaku hingga 8 Oktober. Perairan selatan Flores berpotensi mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ombak laut menghantam bebatuan karang di bawah tebing terjal saat cuaca mendung.
Ilustrasi: Ombak laut menghantam bebatuan karang di bawah tebing terjal saat cuaca mendung. · Foto: Görkem Cetinkaya / Pexels

Flores — Pembaruan pada 7 Oktober 2026 menyebut peringatan gelombang tinggi masih berlaku hingga 8 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang laut hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada periode 5–8 Oktober 2026.

Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, gelombang hingga 3,5 meter berpotensi terjadi pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kondisi itu diperkirakan berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga Kamis, 8 Oktober 2026 pagi. Perairan selatan Flores termasuk wilayah yang diperkirakan mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.

Prakirawan Stasiun BMKG Tenau-Kupang, Nimrot Adipapa Sipa, menyebut gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sumba bagian barat. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama kapal feri.

Gelombang selatan Flores perlu dipantau pelaku pelayaran

Peringatan ini relevan bagi kapal dan warga pesisir di sekitar Flores karena perubahan gelombang dapat memengaruhi jadwal serta keselamatan perjalanan laut. BMKG meminta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan untuk memperhatikan perkembangan cuaca dan memantau kondisi gelombang selama masa peringatan.

Selain perairan selatan Flores, gelombang sedang 1,25 hingga 2,5 meter juga berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sawu Jua, perairan utara Kupang-Rote, dan perairan selatan Timor-Rote. Informasi BMKG untuk periode 5–8 Oktober 2026 juga menyebut gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia.

Risiko pelayaran perlu dinilai berdasarkan kondisi laut dan jenis kapal. Informasi yang dikutip RRI menyebut kapal feri mulai perlu diwaspadai ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Perkembangan cuaca maritim dan peringatan dini resmi BMKG menjadi acuan sebelum pelayaran dilanjutkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.