Kabar Labuan Bajo

Rabu, 4 November 2026

Berapa Risiko Kejahatan di Manggarai Barat?

Risiko kejahatan Manggarai Barat mencapai 82 per 100.000 penduduk pada 2023. Angka ini berbeda dari jumlah tindak kejahatan tercatat dan tidak khusus menggambarkan Labuan Bajo.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah gembok berkarat tergantung pada seutas kabel kawat baja dengan latar belakang biru.
Ilustrasi: Sebuah gembok berkarat tergantung pada seutas kabel kawat baja dengan latar belakang biru. · Foto: Matej Bizjak / Pexels

Risiko tindak kejahatan di Manggarai Barat tercatat 82 per 100.000 penduduk pada 2023, menurut Statistik Kriminal Badan Pusat Statistik. Angka itu menempatkan Manggarai Barat di bawah sejumlah kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur, tetapi tidak sama dengan jumlah laporan perkara atau ukuran seluruh kriminalitas di Labuan Bajo.

Berapa risiko kejahatan di Manggarai Barat?

Menurut Badan Pusat Statistik dalam Statistik Kriminal yang dirilis 2025, risiko tindak kejahatan di Manggarai Barat mencapai 82 per 100.000 penduduk pada 2023. Indikator ini mengukur jumlah tindak kejahatan dibandingkan jumlah penduduk, sehingga berbeda dari hitungan kasus absolut.

Dalam tabel yang sama, angka Manggarai Barat adalah 77 per 100.000 penduduk pada 2021, 80 per 100.000 penduduk pada 2022, dan 82 per 100.000 penduduk pada 2023, menurut BPS, 2025.

Berapa tindak kejahatan yang tercatat?

Data yang bersumber dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur dan dimuat BPS mencatat 195 tindak kejahatan di Manggarai Barat pada 2021, 217 pada 2022, dan 223 pada 2023. Angka itu merupakan jumlah tindak kejahatan yang tercatat dalam tabel kepolisian, bukan vonis pengadilan.

Perbedaan antara angka 223 tindak kejahatan dan risiko 82 per 100.000 penduduk terjadi karena keduanya memakai ukuran berbeda: yang pertama menghitung kejadian, sedangkan yang kedua menyesuaikannya dengan jumlah penduduk.

Apakah angka ini khusus Labuan Bajo?

Tidak. Data tersebut mencakup Kabupaten Manggarai Barat, bukan hanya Kecamatan Komodo atau Kota Labuan Bajo. Karena itu, angka kabupaten tidak dapat dibaca sebagai statistik khusus kawasan kota, pelabuhan, atau destinasi wisata.

Polres Manggarai Barat juga memuat informasi kegiatan keamanan melalui kanal resmi Tribrata News. Salah satu laporan pada 6 Juni 2025 menyebut Tim Raimas Komodo menggelar patroli malam untuk mencegah kriminalitas, tetapi laporan kegiatan itu tidak menggantikan statistik kriminal kabupaten.

Bagaimana membaca angka tersebut?

Angka 82 per 100.000 penduduk memberi ukuran perbandingan risiko, sedangkan 223 menunjukkan jumlah tindak kejahatan yang tercatat pada 2023. Keduanya tidak menjelaskan sendiri jenis perkara, jumlah tersangka, perkara yang dihentikan, atau perkara yang berakhir dengan putusan pengadilan.

Untuk perkara yang masuk pengadilan, Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Labuan Bajo mencatat 20 perkara praperadilan pada pembaruan 23 September 2026. Data itu khusus praperadilan dan tidak dapat dipakai sebagai total seluruh perkara pidana di wilayah Manggarai Barat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Hukum & Kriminal

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.