Kabar Labuan Bajo

Selasa, 3 November 2026

Penduduk Manggarai Barat 276.284 Jiwa pada 2024: Dampaknya bagi Kebutuhan Pangan

Penduduk Manggarai Barat mencapai 276.284 jiwa pada 2024. Angka ini menjadi dasar membaca proyeksi kebutuhan pangan 2025-2029 dan laju pertumbuhan daerah dibandingkan NTT.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangan seorang wanita sedang memilah butiran biji-bijian di atas tampah anyaman bambu.
Ilustrasi: Tangan seorang wanita sedang memilah butiran biji-bijian di atas tampah anyaman bambu. · Foto: HONG SON / Pexels

Data resmi menunjukkan Manggarai Barat memiliki tantangan ketahanan pangan yang perlu dibaca bersama proyeksi kebutuhan penduduk, bukan hanya dari angka produksi. Dokumen RPJMD Kabupaten Manggarai Barat 2025-2029 mencatat penduduk daerah ini mencapai 276.284 jiwa pada 2024, sementara kebutuhan pangan diproyeksikan untuk periode 2025-2029.

Berapa jumlah penduduk Manggarai Barat?

Penduduk Kabupaten Manggarai Barat mencapai 276.284 jiwa pada 2024, menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam dokumen RPJMD 2025-2029 yang menggunakan data BPS Kabupaten Manggarai Barat.

Dokumen itu menyebut penduduk kembali mengalami pertumbuhan sejak 2020. Sebelum 2020, rata-rata pertumbuhan penduduk tercatat 2,23 persen per tahun, menurut RPJMD Manggarai Barat 2025-2029.

Bagaimana pemerintah memproyeksikan kebutuhan pangan?

RPJMD Kabupaten Manggarai Barat 2025-2029 memuat tabel proyeksi ketersediaan dan kebutuhan pangan untuk 2025-2029. Tabel tersebut memakai jumlah penduduk sebagai salah satu dasar perencanaan dan membedakan kondisi “terlampaui” serta “tidak terlampaui”.

Artinya, angka produksi pangan perlu dibaca dalam kaitannya dengan jumlah penduduk dan kebutuhan pada setiap tahun proyeksi. Dokumen itu tidak menjadikan satu angka produksi sebagai ukuran tunggal kecukupan pangan seluruh kabupaten.

Apakah pertumbuhan penduduk Manggarai Barat lebih cepat daripada NTT?

RPJMD mencatat laju pertumbuhan penduduk Manggarai Barat pada 2019 sebesar 2,35 persen, sedangkan Nusa Tenggara Timur 1,66 persen. Pada 2020, Manggarai Barat tercatat 1,41 persen dan NTT 1,25 persen, menurut RPJMD Manggarai Barat 2025-2029.

Perbandingan itu menunjukkan konteks regional yang perlu diperhatikan ketika pemerintah menyusun kebutuhan pangan dan layanan publik. Angka tersebut adalah laju pertumbuhan penduduk, bukan persentase penduduk atau jumlah penduduk baru.

Mengapa angka ini penting untuk membaca data Mabar?

Jumlah penduduk menentukan skala kebutuhan yang harus dilayani pemerintah daerah. Karena itu, data pangan, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur perlu dibandingkan dengan tahun serta cakupan penduduk yang sama.

BPS Kabupaten Manggarai Barat menerbitkan Kabupaten Manggarai Barat Dalam Angka 2025 pada 28 Februari 2025. Publikasi itu menjadi rujukan statistik kabupaten, sedangkan RPJMD 2025-2029 menerjemahkan data tersebut ke dalam perencanaan pembangunan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.