Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 3 Oktober 2026

Berapa Luas Lahan Pertanian Manggarai Barat? Ini Rinciannya

Luas baku lahan pertanian Manggarai Barat mencapai 107.323 hektare. Rinciannya memperlihatkan porsi sawah, kebun, ladang, dan perkebunan, sekaligus memberi konteks pada produksi padi dan jagung.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara hamparan sawah hijau dengan pola melingkar menyerupai jaring laba-laba.
Ilustrasi: Pemandangan udara hamparan sawah hijau dengan pola melingkar menyerupai jaring laba-laba. · Foto: Cak Pan / Pexels

Berapa luas lahan pertanian Manggarai Barat? Data resmi menunjukkan luas baku lahan pertanian mencapai 107.323 hektare, dengan sawah 16.892 hektare, tegal atau kebun 28.206 hektare, ladang atau huma 22.830 hektare, dan perkebunan 39.395 hektare, menurut Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, 2025.

Berapa luas lahan pertanian Manggarai Barat?

Total luas baku lahan pertanian Manggarai Barat adalah 107.323 hektare, menurut Buku Saku Kabupaten Manggarai Barat yang diterbitkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2025. Angka ini mencakup empat kategori penggunaan lahan pertanian.

  • Sawah: 16.892 hektare.
  • Tegal atau kebun: 28.206 hektare.
  • Ladang atau huma: 22.830 hektare.
  • Perkebunan: 39.395 hektare.

Apa arti angka tersebut bagi pertanian daerah?

Data itu menunjukkan bahwa perkebunan merupakan kategori lahan terbesar dalam rincian tersebut, sedangkan sawah mencakup 16.892 hektare, menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, 2025. Kategori itu menggambarkan penggunaan lahan, bukan jumlah produksi atau luas panen dalam satu tahun.

Berapa produksi padi Manggarai Barat?

Produksi padi Manggarai Barat mencapai 107.375 ton gabah kering giling, menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, 2025. Sumber yang sama mencatat produksi padi meningkat 1,58 persen selama lima tahun terakhir.

Angka produksi tersebut berbeda makna dengan luas lahan baku. Luas lahan menunjukkan kapasitas atau bidang lahan yang tercatat, sedangkan produksi menunjukkan hasil panen yang diukur dalam ton gabah kering giling.

Bagaimana kondisi produksi jagung?

Produksi jagung pada 2024 tercatat 11.348 ton pipilan kering, menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, 2025. Pada 2020, produksinya 29.238 ton pipilan kering, sedangkan luas panen turun dari 9.829 hektare pada 2020 menjadi 3.419 hektare pada 2024.

Apakah data daerah memiliki rincian komoditas lain?

Dokumen RPJMD Manggarai Barat 2025–2029 mencatat luas areal komoditas perkebunan mencapai 27.266,24 hektare dengan produksi 5.469,65 ton pada 2025, berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat, 2025.

Dalam rincian itu, jambu mete memiliki luas areal 6.894,00 hektare dan kopi 6.072,83 hektare, menurut RPJMD Manggarai Barat 2025–2029. Angka ini menggunakan cakupan komoditas perkebunan, sehingga tidak dapat disamakan langsung dengan seluruh luas baku lahan pertanian.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.