Kabar Labuan Bajo

Rabu, 30 September 2026

Hunian Layak Manggarai Barat Baru 54,41 Persen pada 2025

Sebanyak 54,41 persen rumah tangga Manggarai Barat tercatat memiliki hunian layak pada 2025. Angka ini mengukur kualitas tempat tinggal, bukan kepemilikan rumah atau jumlah bangunan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan genting tanah liat tua pada atap rumah dengan sebuah celah jendela kecil berterali.
Ilustrasi: Deretan genting tanah liat tua pada atap rumah dengan sebuah celah jendela kecil berterali. · Foto: Jerson Martins / Pexels

Hunian layak belum mencakup seluruh penduduk Manggarai Barat. Dokumen perencanaan daerah yang mengolah data BPS menyebut hanya 54,41 persen rumah tangga memiliki hunian layak pada 2025. Angka ini menggambarkan persoalan kualitas tempat tinggal, bukan jumlah rumah atau kepemilikan rumah.

Apa arti angka 54,41 persen?

Angka 54,41 persen menunjukkan proporsi rumah tangga yang memenuhi kriteria hunian layak dalam pengolahan data perencanaan Kabupaten Manggarai Barat. Karena yang dihitung adalah rumah tangga, angka tersebut tidak dapat langsung dibaca sebagai persentase penduduk atau jumlah bangunan.

Dokumen itu juga menyatakan kualitas permukiman masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, isu yang diukur bukan hanya ada atau tidaknya tempat tinggal, melainkan kelayakan hunian.

Dari mana angka tersebut berasal?

Angka itu tercantum dalam Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten Manggarai Barat 2025–2029 yang diterbitkan Bappeda Kabupaten Manggarai Barat. Dokumen tersebut mencantumkan BPS sebagai sumber data dan menyebut hasil pengolahan data 2025.

BPS Kabupaten Manggarai Barat menerbitkan Kabupaten Manggarai Barat Dalam Angka 2025 pada 28 Februari 2025. Publikasi itu menjadi rujukan statistik daerah untuk berbagai indikator sosial dan pembangunan.

Apakah ini berarti 45,59 persen rumah tangga tidak punya rumah?

Tidak. Selisih dari 54,41 persen tidak boleh diterjemahkan sebagai persentase rumah tangga tanpa rumah, karena indikator tersebut mengukur hunian layak. Rumah tangga yang belum masuk kategori layak dapat tinggal di rumah yang ada, tetapi belum memenuhi seluruh kriteria yang digunakan dalam pendataan.

Dokumen RPJMD mengaitkan angka itu dengan kebutuhan peningkatan kualitas permukiman, bukan dengan data kepemilikan rumah. Karena itu, dua indikator tersebut harus dibaca terpisah.

Mengapa angka ini penting bagi Manggarai Barat?

Hunian layak berkaitan dengan kualitas permukiman yang menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah. Bappeda mencatat penduduk Manggarai Barat mencapai 276.284 jiwa pada 2024, sehingga kebutuhan peningkatan kualitas tempat tinggal berlangsung dalam wilayah dengan jumlah penduduk yang terus bertambah.

Angka penduduk tersebut berasal dari dokumen RPJMD yang mengutip data BPS. Tahun pengukuran penduduk dan tahun indikator hunian berbeda, sehingga keduanya tidak boleh dianggap sebagai satu seri angka yang sama.

Bagaimana membaca data ini dengan tepat?

  • 54,41 persen adalah proporsi rumah tangga dengan hunian layak menurut pengolahan data 2025.
  • Indikator itu bukan angka jumlah rumah, jumlah penduduk, atau persentase kepemilikan rumah.
  • Publikasi BPS dan dokumen RPJMD menggunakan tahun rujukan berbeda untuk indikator yang berbeda.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.