BNPB Siapkan Rp84,167 Miliar untuk Rekonstruksi Lintas Utara Manggarai Barat
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyatakan BNPB menyiapkan anggaran sekitar Rp84,167 miliar untuk penanganan ruas Lintas Utara pascagempa M7,7 di Flores.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan anggaran rekonstruksi pascagempa untuk penanganan ruas Lintas Utara dengan nilai sekitar Rp84,167 miliar. Informasi itu disampaikan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dalam rapat paripurna DPRD Manggarai Barat pada 27 Agustus 2026.
Dalam laporan yang dimuat Info Mabar, kanal resmi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Edistasius menjelaskan bahwa komitmen rekonstruksi tersebut merupakan kelanjutan komunikasi resmi pemerintah daerah dengan BNPB pada 26 Agustus 2026.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa di wilayah Kabupaten Nagekeo, dengan guncangan yang dirasakan di sejumlah kabupaten termasuk Manggarai Barat dan Labuan Bajo.
Penanganan bencana di Flores kemudian memasuki tahap pemulihan dan rekonstruksi. BNPB dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama tujuh pemerintah kabupaten terdampak menyatakan berakhirnya masa tanggap darurat dan beralih ke pemulihan pada pertengahan September 2026.
Anggaran Lintas Utara dan jadwal rekonstruksi
Menurut laporan Info Mabar, Bupati Edistasius menyebut Surat Keputusan penanganan Lintas Utara telah terbit dan mencantumkan total anggaran rekonstruksi sekitar Rp84,167 miliar. Ia menjelaskan, alokasi tersebut ditujukan untuk penanganan infrastruktur di ruas Lintas Utara dengan perkiraan panjang pekerjaan sekitar 10 kilometer.
Bupati mengatakan, angka panjang ruas masih bersifat perkiraan dan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Ia menegaskan pentingnya percepatan asesmen kerusakan sebagai dasar penanganan bangunan dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan agar data tidak berhenti pada pendataan.
Dalam rapat paripurna ke-19 DPRD Manggarai Barat, Edistasius menyampaikan target tindakan lapangan paling lambat pada minggu kedua September 2026. Ia menyatakan percepatan asesmen menjadi penentu dimulainya penanganan rumah dan infrastruktur terdampak di wilayah Manggarai Barat.
Perubahan APBD dan dokumen studi kelayakan
Rapat paripurna tersebut membahas laporan Tim Perumus Pendapat Badan Anggaran DPRD atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Manggarai Barat Tahun Anggaran 2026. Pemkab Manggarai Barat mengalokasikan anggaran untuk penyusunan dokumen studi kelayakan atau feasibility study (FS) melalui perubahan APBD tersebut.
Menurut Edistasius dalam laporan Info Mabar, dokumen FS disiapkan untuk memenuhi persyaratan teknis pembangunan infrastruktur yang masuk dalam jadwal rekonstruksi bersama BNPB. Ia menyebut rencana BNPB mencakup penyelesaian sejumlah jembatan, dengan jadwal pengerjaan yang dibentangkan dalam beberapa tahun.
Edistasius mengingatkan bahwa jadwal pembangunan dapat bergeser apabila dokumen perencanaan tidak rampung pada 2026. Ia menyampaikan bahwa kelengkapan dokumen diperlukan agar proyek rekonstruksi di Manggarai Barat dapat tetap terakomodasi dalam prioritas penanganan nasional.
Konteks penanganan pascagempa di Flores
Data BNPB menunjukkan dampak gempa M7,7 di Flores meluas ke tujuh kabupaten, termasuk Manggarai Barat. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menyiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah masa tanggap darurat, dengan fokus pada perbaikan rumah warga, infrastruktur dasar, dan fasilitas pendidikan.
Edistasius sebelumnya menyampaikan bahwa Pemkab Manggarai Barat bersama pemerintah pusat akan memperbaiki lebih dari 10 ribu rumah warga yang rusak akibat gempa, dengan proses verifikasi faktual ditargetkan selesai awal September 2026 sebagai dasar perumusan kebijakan rekonstruksi.
Dengan terbitnya SK penanganan Lintas Utara dan penganggaran FS dalam Perubahan APBD 2026, pemerintah daerah menyatakan ingin memastikan proses rekonstruksi infrastruktur pascagempa di Manggarai Barat berjalan sesuai jadwal yang disepakati bersama BNPB.
Sumber
- Info Mabar - BNPB Nyatakan Komitmen Lebih Konsisten Tangani Rekonstruksi Pasca Gempa di Mabar
- BMKG - BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pasca-Gempa M7.7 NTT
- Media Indonesia - Tanggap Darurat Gempa di Flores Berakhir, Kini Masuk Pemulihan
- Radar24.co.id - Penanganan Gempa NTT M7,7 Berlanjut ke Tahap Pemulihan, Ribuan Personel Masih Bekerja di Lapangan
- Investortrust.id - Bupati Manggarai Barat Pastikan Segera Perbaiki 10.757 yang Rumah Rusak Akibat Gempat NTT
Berita berikutnya

Setahun Kodim 1630 Manggarai Barat, Pemkab Soroti Kontribusi
Kodim 1630/Manggarai Barat memperingati HUT pertama pada 19 September 2026.
Baca juga



