Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Api Lahan di Barat Bandara Frans Seda Padam Sekitar 1,5 Jam

Kebakaran lahan kebun dan vegetasi kering di sisi barat pesisir Bandara Frans Seda, Maumere, terjadi Selasa, 8 September 2026 siang.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: 20160402182106 - Island off the coast of Maumere at dusk.
Foto arsip: 20160402182106 - Island off the coast of Maumere at dusk. · Foto: Felix Dance / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

MaumereKebakaran lahan kebun di sisi pesisir yang berbatasan dengan area Bandara Frans Seda, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terjadi pada Selasa, 8 September 2026 siang. Api yang membakar vegetasi kering di sekitar pagar bandara berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu hingga satu setengah jam oleh tim gabungan.

Menurut laporan Florespos, kebakaran mulai membesar sekitar pukul 13.00 WITA di lahan kebun warga di bagian barat landasan pacu bandara yang dipenuhi batang jagung dan rerumputan kering. Angin kencang membuat api cepat merambat dan mendekati pagar pembatas bandara.

Media lokal lain memberitakan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 13.20 WITA setelah petugas Pospam KP3 menerima informasi dari petugas Bandara Frans Seda mengenai munculnya api di area pinggir bandara. Api membakar hamparan vegetasi kering di kawasan pesisir bandara, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur.

Florespos mengutip Dandim 1603 Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana, yang mengatakan bahwa api sempat mendekati tenda logistik bantuan di dalam kawasan bandara, tetapi tidak mengganggu proses penurunan logistik dari pesawat Hercules yang mendarat di bandara. Pernyataan tersebut sejalan dengan informasi dari pemberitaan lain yang menyebut tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Penanganan pemadaman

Berdasarkan pemberitaan Florespos, tim gabungan dari Kodim 1603 Sikka, Polres Sikka, Lanal Maumere, dan pengelola Bandara Frans Seda dikerahkan untuk memutus penyebaran api di lahan warga. Mereka bekerja dari sisi luar pagar bandara agar api tidak merembet masuk lebih jauh ke area fasilitas bandara.

Pada tahap awal, petugas menghadapi kendala karena mobil pemadam kebakaran belum tiba di lokasi. Personel di lapangan menggunakan ranting pohon untuk memukul dan memadamkan kobaran api di sejumlah titik. Setelah itu, bara pada kayu dan vegetasi yang masih menyala disiram menggunakan selang dari mobil pemadam milik bandara.

Menurut salah satu laporan, upaya pemadaman dilakukan secara intensif hingga api dinyatakan padam sekitar pukul 14.45 WITA. Perkiraan durasi penanganan berkisar antara satu hingga satu setengah jam sejak api mulai membesar.

Data pokok kejadian

  • Lokasi: lahan kebun dan hamparan vegetasi kering di pesisir sebelah barat landasan pacu Bandara Frans Seda, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.
  • Waktu kejadian: mulai terlihat membesar sekitar pukul 13.00–13.20 WITA, Selasa, 8 September 2026.
  • Perkiraan durasi pemadaman: sekitar 1–1,5 jam hingga api dinyatakan padam.
  • Luas lahan terdampak: pemberitaan menyebut perkiraan awal antara sekitar dua hingga lima hektare lahan terbakar, masih dalam pendataan pihak terkait.
  • Dampak: tidak ada korban jiwa yang dilaporkan; tidak ada informasi resmi mengenai gangguan operasional penerbangan reguler.

Risiko terhadap bandara

Dandim 1603 Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana, menyebut area bandara sebagai objek vital nasional sehingga kebakaran yang terjadi di lahan kebun warga di sekitar pagar dapat menimbulkan risiko besar bila api merembet masuk. Ia menjelaskan, jika kobaran api meluas ke area landasan dan fasilitas di sisi udara, distribusi logistik dan aktivitas penerbangan dapat terganggu.

Pada hari kejadian, personel gabungan berada di bandara dalam rangka pengamanan dan penyaluran bantuan yang diangkut menggunakan pesawat Hercules. Mereka memantau kondisi di sekitar bandara sembari memastikan api tidak menjangkau fasilitas utama.

Penyebab dan tindak lanjut

Penyebab kebakaran lahan pada 8 September 2026 belum dijelaskan secara rinci dalam dua laporan media yang tersedia. Keduanya menegaskan bahwa sumber dan penyebab pasti api masih dalam proses penyelidikan dan pendataan oleh pihak berwenang.

Florespos mengutip Dandim 1603 Sikka yang menyatakan bahwa kepolisian berwenang menyelidiki apakah kebakaran terjadi karena kelalaian atau adanya unsur kesengajaan. Pihak terkait masih melakukan pendataan luas lahan terdampak dan memastikan titik awal munculnya api untuk menyusun langkah pencegahan di sekitar pagar bandara.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.