32.692 Pergerakan Wisatawan Tercatat di Labuan Bajo Usai Gempa
Sebanyak 32.692 pergerakan wisatawan dan 2.854 keberangkatan kapal wisata tercatat di Labuan Bajo sejak gempa 15 Agustus 2026 hingga 28 Agustus 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Aktivitas pelayaran wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tetap berjalan setelah gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan laporan Bupati Manggarai Barat per 28 Agustus 2026, tercatat 2.854 keberangkatan kapal wisata dengan 32.692 pergerakan wisatawan sejak hari gempa hingga 28 Agustus 2026, menurut pemberitaan Bloomberg Technoz dan sejumlah media nasional.
Data tersebut disampaikan dalam pertemuan pemangku kepentingan pariwisata Labuan Bajo bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Dalam laporan yang dikutip Bloomberg Technoz dan media lain, pemerintah kabupaten menyebut arus kunjungan wisatawan relatif terjaga setelah gempa, sementara penerbangan domestik dan internasional dilaporkan tetap beroperasi.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyatakan gempa pada 15 Agustus 2026 tidak memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas pariwisata secara keseluruhan di Labuan Bajo. Menurut dia, kunjungan wisatawan relatif sama dibandingkan sebelum gempa, dan penerbangan domestik maupun internasional dilaporkan relatif stabil.
Labuan Bajo Dipastikan Tetap Dikunjungi Wisatawan
Laporan pemerintah daerah menunjukkan bahwa pelayaran wisata kembali berjalan setelah penilaian keselamatan pascagempa. Dalam keterangan yang dikutip berbagai media, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan pariwisata menyebut aktivitas di destinasi utama seperti Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar telah kembali dibuka setelah sempat ditutup sementara untuk asesmen keselamatan.
Edistasius Endi menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten melakukan pemantauan bersama instansi terkait untuk memastikan operasional kegiatan wisata memperhatikan aspek keselamatan. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengenai keselamatan pelayaran dan penyampaian informasi yang jelas kepada wisatawan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa Labuan Bajo tetap aman dikunjungi setelah gempa. Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) disebut terus mendukung pemulihan dan penguatan ketangguhan destinasi pascabencana.
Makna Angka Pergerakan Wisatawan
Istilah pergerakan wisatawan dalam laporan Bupati Manggarai Barat merujuk pada total pergerakan wisatawan yang tercatat melalui aktivitas pelayaran wisata, bukan jumlah wisatawan unik. Angka 32.692 pergerakan wisatawan dan 2.854 keberangkatan kapal menunjukkan intensitas aktivitas kapal dan penumpang dalam periode hampir dua pekan setelah gempa.
Sejumlah media menjelaskan bahwa perhitungan ini mencakup pergerakan wisatawan yang menggunakan kapal wisata sejak 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026. Tanpa data rinci mengenai jumlah wisatawan yang berbeda, asal wisatawan domestik dan mancanegara, serta tingkat keterisian kapal maupun akomodasi, angka tersebut belum dapat dibaca langsung sebagai jumlah kunjungan individu atau pemulihan penuh seluruh rantai usaha pariwisata.
Meski begitu, laporan pemerintah kabupaten dan pernyataan Kementerian Pariwisata memberikan gambaran bahwa destinasi Labuan Bajo tetap menerima wisatawan dan layanan transportasi, baik laut maupun udara, tetap berjalan dalam periode setelah gempa. Pemerintah daerah menyatakan akan terus memastikan informasi kondisi pariwisata disampaikan secara akurat kepada wisatawan dan pelaku usaha.
Sumber
Berita berikutnya

Pariwisata Flores Berangsur Pulih, Sejumlah Destinasi Masih Ditutup
Aktivitas pariwisata di Flores berangsur pulih setelah gempa M7,7 pada 15 Agustus 2026. Sejumlah destinasi dan desa wisata masih ditutup sementara unt…
Baca juga


