30 UMKM Labuan Bajo Ikuti Program InJourney Airports Creativity House 2026
Sebanyak 30 pelaku UMKM di Labuan Bajo mengikuti program InJourney Airports Creativity House (ICH) 2026 pada 5–6 Agustus 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengikuti program InJourney Airports Creativity House (ICH) 2026 di Labuan Bajo pada 5–6 Agustus 2026. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pengelolaan keuangan, pemasaran digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), dan pengembangan usaha.
Kegiatan ICH 2026 diselenggarakan InJourney Airports bekerja sama dengan Penakita sebagai mitra pelaksana pemberdayaan UMKM. MitMe.id terlibat sebagai penyedia solusi digital sekaligus pelatih pengelolaan usaha dan digitalisasi UMKM.
Menurut laporan Soloaja, kegiatan dua hari tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian pembekalan dan pendampingan usaha selama satu bulan. InJourney Airports merancang program ini untuk mendorong pengelolaan bisnis yang lebih profesional dan meningkatkan daya saing UMKM di Labuan Bajo, yang berkembang seiring pertumbuhan sektor pariwisata.
Selama hari pertama pelatihan, materi difokuskan pada pengelolaan keuangan usaha melalui praktik pencatatan transaksi menggunakan aplikasi MitMe Kasir. Peserta diarahkan membangun kebiasaan pencatatan keuangan yang tertib sehingga kondisi usaha dapat dipantau secara lebih terukur.
Data utama program:
- Peserta: 30 pelaku UMKM.
- Pelaksanaan pelatihan: 5–6 Agustus 2026.
- Durasi pendampingan: satu bulan.
- Mitra pelaksana: Penakita dan MitMe.id.
Materi pemasaran digital dan pemanfaatan AI
Pada hari kedua, peserta mempelajari teknik branding dan strategi pemasaran digital. Pelatihan juga mengenalkan pemanfaatan AI yang disederhanakan untuk menyusun ide promosi, membuat konten visual, dan menulis keterangan atau caption pemasaran secara lebih cepat.
Laporan Soloaja menyebutkan, pelatihan dirancang aplikatif sesuai kebutuhan pelaku usaha. Pendekatan ini diharapkan membantu UMKM memanfaatkan teknologi digital dan AI sebagai alat kerja sehari-hari dalam pencatatan keuangan maupun produksi konten promosi.
Selain sesi kelas, seluruh peserta mendapatkan akses ke Business Clinic melalui konsultasi satu per satu bersama pelatih UMKM dari MitMe.id. Melalui sesi ini, pelaku usaha dapat membahas kendala operasional, strategi pemasaran, dan rencana pengembangan usaha dengan masukan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Pendampingan satu bulan dan Dashboard MitMe Naik Kelas
Setelah pelatihan, peserta mengikuti pendampingan selama satu bulan yang dikelola Penakita. Pendampingan mencakup pemantauan pencatatan keuangan harian, webinar pengembangan usaha, konsultasi lanjutan, dan evaluasi perkembangan UMKM melalui Dashboard MitMe Naik Kelas.
Melalui dashboard tersebut, perkembangan setiap peserta diukur berdasarkan asesmen awal dan akhir, konsistensi pencatatan keuangan, penerapan hasil pendampingan, serta kesiapan digitalisasi usaha.
Di akhir program, InJourney Airports akan memilih UMKM yang menunjukkan perkembangan paling signifikan untuk memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan lanjutan dari perusahaan.
Program ICH 2026 di Labuan Bajo melanjutkan pola kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) InJourney Group yang sebelumnya juga menyasar pelaku usaha dan insan pariwisata di Labuan Bajo melalui pelatihan keramahtamahan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Sumber
Berita berikutnya
Kajian Pemkab: Hortikultura Bisa Pasok Pariwisata Labuan Bajo
Kajian Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menilai hortikultura dapat memasok kebutuhan pangan industri pariwisata Labuan Bajo.
Baca juga


