Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

1.931 Sekolah di NTT Kembali Belajar Pascagempa Flores

Sebanyak 1.931 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur kembali menyelenggarakan pembelajaran bagi 171.476 murid pascagempa di Flores.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — Sebanyak 1.931 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur kembali menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pascagempa bumi yang mengguncang Flores pada pertengahan Agustus 2026, dengan total 171.476 murid yang sudah kembali mengikuti pembelajaran menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Pembelajaran belum seluruhnya berlangsung di ruang kelas permanen yang aman. Mayoritas murid masih belajar di ruang belajar darurat atau melalui pembelajaran jarak jauh, sesuai laporan sejumlah media nasional yang merujuk data Kemendikdasmen hingga awal September 2026.

Menurut salah satu laporan, dari 1.931 satuan pendidikan yang telah kembali beraktivitas, sebanyak 1.504 sekolah menggunakan sekolah atau ruang belajar darurat, 392 sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan hanya 35 sekolah yang sudah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka secara normal di ruang kelas.

Rincian situasi pemulihan layanan pendidikan sebagai berikut:

  • Satuan pendidikan aktif kembali: 1.931 sekolah
  • Murid yang kembali belajar: 171.476 orang
  • Sekolah dengan ruang belajar darurat: 1.504 satuan pendidikan
  • Sekolah yang menerapkan PJJ: 392 satuan pendidikan
  • Sekolah dengan pembelajaran tatap muka normal: 35 satuan pendidikan

Upaya pemulihan dan ruang kelas darurat

Kemendikdasmen mencatat bahwa proses pemulihan layanan pendidikan pascagempa di NTT menunjukkan tren peningkatan. Dalam siaran pers dan sejumlah taklimat media, pejabat Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pemerintah memprioritaskan penyediaan ruang belajar darurat dan pendistribusian bantuan pendidikan di tujuh kabupaten terdampak di Flores, termasuk Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sikka, dan Ende.

Pemerintah pusat, melalui Kemendikdasmen, mendistribusikan tenda kelas darurat ke wilayah-wilayah tersebut sebagai solusi sementara. Tenda digunakan untuk menampung kelas yang bangunannya rusak atau tidak lagi aman pascagempa. Di beberapa sekolah, pembelajaran juga dilakukan di ruang terbuka maupun ruang kelas sementara yang dibangun secara darurat.

Selain tenda, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai bantuan pendidikan, termasuk perlengkapan sekolah, dukungan psikososial bagi warga sekolah, dan fasilitas sanitasi darurat. Pendampingan psikososial diberikan terutama kepada murid dan guru di sekolah-sekolah terdampak untuk membantu pemulihan pascatrauma.

Pemerintah menyiapkan program pembangunan ruang kelas sementara dalam jumlah besar selama masa transisi. Bantuan tahap pertama difokuskan pada pembangunan ratusan ruang kelas sementara di satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, dan SLB di wilayah terdampak.

Asesmen teknis bangunan dan keselamatan murid

Kemendikdasmen menyatakan bahwa pemanfaatan kembali gedung sekolah yang rusak akan melalui asesmen teknis sebelum digunakan untuk pembelajaran tatap muka. Asesmen dilakukan untuk memastikan bangunan memenuhi aspek keselamatan bagi murid dan tenaga pendidik, mengingat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 telah menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur pendidikan di Flores.

Dalam penjelasan kepada media, pejabat Kemendikdasmen menyebut bahwa asesmen struktur bangunan dan pendataan kerusakan menjadi dasar penentuan apakah suatu gedung dapat digunakan kembali, perlu perbaikan darurat, atau harus diganti dengan ruang kelas sementara. Pendataan terus diperbarui seiring pemulihan, sehingga angka satuan pendidikan yang kembali beraktivitas dapat berubah mengikuti kondisi lapangan.

Kondisi pembelajaran di Flores bagian barat

Sejumlah laporan foto dan berita dari Flores bagian barat memperlihatkan murid-murid mengikuti kegiatan belajar di tenda, di bawah pohon, atau di ruang terbuka karena ruang kelas belum dapat digunakan. Di wilayah Manggarai Barat, misalnya, dokumentasi media menunjukkan murid sekolah dasar mengikuti pelajaran di luar gedung akibat kerusakan pada bangunan utama.

Situasi ini menggambarkan bahwa meski layanan pendidikan telah kembali berjalan di banyak satuan pendidikan, kebutuhan ruang belajar yang aman dan layak di Flores bagian barat dan kabupaten lainnya di NTT masih besar. Pemerintah daerah dan pusat masih melanjutkan pendataan dan pembangunan ruang kelas sementara sambil menyiapkan perbaikan permanen gedung sekolah terdampak.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.