Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 24 Oktober 2026

Yakines Pamerkan Benih Pangan Lokal di Sano Nggoang

Pameran Festival Bumi Sano Nggoang menampilkan benih padi ladang, jagung, sorgum, dan kacang-kacangan di Sano Nggoang. Kegiatan ini menguatkan pangan lokal dan ekonomi paroki.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Figure 3; Type locality of Barsine podbolotskayae sp.
Foto arsip: Figure 3; Type locality of Barsine podbolotskayae sp. · Foto: (photographs M. Albarran Valle) Spitsyn VM, Bolotov IV (2018) Barsine podbolotskayae sp. n / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Sano Nggoang — Laporan 23 Oktober 2026 memuat perkembangan pameran benih dan pangan lokal sebagai bagian dari Festival Bumi Sano Nggoang di Kampung Wakar, Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Yayasan Komodo Indonesia Lestari (Yakines) membawa benih padi ladang, jagung, sorgum, dan kacang-kacangan untuk dipamerkan.

Pameran itu menampilkan pangan yang berasal dari kebun, pekarangan, hutan, dan perairan tawar di sekitar Sano Nggoang. Stan warga juga menjual kue, umbi, jamu, jagung, pisang, kelapa, madu, dan kopi robusta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari festival yang berlangsung pada 3–7 Oktober 2026.

Pangan lokal Sano Nggoang memperkuat ekonomi warga

Yakines mengampanyekan pengembangan pangan lokal, termasuk di Paroki St. Mikael Nunang. Pameran pangan dipakai untuk memperkenalkan hasil yang dikelola warga sekaligus merevitalisasi potensi ekonomi paroki. Salah satu kegiatan festival berlangsung di lahan sekitar pastoran yang disiapkan untuk menanam aneka pangan lokal. Benih sorgum untuk kegiatan itu disediakan Yayasan Ayo Indonesia bersama Yakines.

Koordinator Program Yakines, Ferdinandus M. Manu, mengatakan sumber pangan Sano Nggoang tidak hanya berasal dari ladang. Kebun, hutan, dan perairan tawar juga menjadi bagian dari sumber pangan masyarakat. Festival menjadi ruang untuk merawat pangan lokal dan membangun cara berpikir baru dalam pengembangannya.

Festival ini diinisiasi umat Paroki St. Mikael Nunang di bawah Keuskupan Labuan Bajo untuk memperingati ulang tahun ke-60 paroki. Rangkaian kegiatannya juga mencakup pelatihan pertanian dan peternakan organik, tenun dengan pewarna alami, pemilahan sampah, serta kegiatan budaya dan ekologi.

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan Manggarai Barat, pameran ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi warga berjalan bersama dengan upaya menjaga sumber pangan dan tanah. Perkembangan berikutnya yang disebut dalam laporan adalah pemanfaatan benih serta pengembangan pangan lokal melalui kegiatan festival.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.