Yakines Pamerkan Benih Pangan Lokal di Sano Nggoang
Pameran Festival Bumi Sano Nggoang menampilkan benih padi ladang, jagung, sorgum, dan kacang-kacangan di Sano Nggoang. Kegiatan ini menguatkan pangan lokal dan ekonomi paroki.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Sano Nggoang — Laporan 23 Oktober 2026 memuat perkembangan pameran benih dan pangan lokal sebagai bagian dari Festival Bumi Sano Nggoang di Kampung Wakar, Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Yayasan Komodo Indonesia Lestari (Yakines) membawa benih padi ladang, jagung, sorgum, dan kacang-kacangan untuk dipamerkan.
Pameran itu menampilkan pangan yang berasal dari kebun, pekarangan, hutan, dan perairan tawar di sekitar Sano Nggoang. Stan warga juga menjual kue, umbi, jamu, jagung, pisang, kelapa, madu, dan kopi robusta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari festival yang berlangsung pada 3–7 Oktober 2026.
Pangan lokal Sano Nggoang memperkuat ekonomi warga
Yakines mengampanyekan pengembangan pangan lokal, termasuk di Paroki St. Mikael Nunang. Pameran pangan dipakai untuk memperkenalkan hasil yang dikelola warga sekaligus merevitalisasi potensi ekonomi paroki. Salah satu kegiatan festival berlangsung di lahan sekitar pastoran yang disiapkan untuk menanam aneka pangan lokal. Benih sorgum untuk kegiatan itu disediakan Yayasan Ayo Indonesia bersama Yakines.
Koordinator Program Yakines, Ferdinandus M. Manu, mengatakan sumber pangan Sano Nggoang tidak hanya berasal dari ladang. Kebun, hutan, dan perairan tawar juga menjadi bagian dari sumber pangan masyarakat. Festival menjadi ruang untuk merawat pangan lokal dan membangun cara berpikir baru dalam pengembangannya.
Festival ini diinisiasi umat Paroki St. Mikael Nunang di bawah Keuskupan Labuan Bajo untuk memperingati ulang tahun ke-60 paroki. Rangkaian kegiatannya juga mencakup pelatihan pertanian dan peternakan organik, tenun dengan pewarna alami, pemilahan sampah, serta kegiatan budaya dan ekologi.
Bagi pembaca di Labuan Bajo dan Manggarai Barat, pameran ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi warga berjalan bersama dengan upaya menjaga sumber pangan dan tanah. Perkembangan berikutnya yang disebut dalam laporan adalah pemanfaatan benih serta pengembangan pangan lokal melalui kegiatan festival.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Manggarai Barat
BPBD Manggarai Barat Tunda Distribusi Bantuan Gempa Saat Pilkades
BPBD Manggarai Barat menunda sementara penyaluran bantuan gempa pada hari pemungutan suara Pilkades, 29 September 2026. Bantuan yang tersisa dijadwalk…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga




