Kabar Labuan Bajo

Jumat, 23 Oktober 2026

Mengapa Pajak Pariwisata Labuan Bajo Perlu Membiayai Lingkungan

Analisis Floresa mengaitkan kenaikan penerimaan pariwisata Manggarai Barat dengan kebutuhan membiayai pelestarian lingkungan Labuan Bajo. Data 2025 mencatat pajak hotel dan restoran Rp127,5 miliar.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan Bajo merupakan salah satu desa dari 19 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara…
Foto arsip: Labuan Bajo merupakan salah satu desa dari 19 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. · Foto: Alibasdaysar / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Labuan Bajo — Penerimaan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Manggarai Barat mencapai Rp127,5 miliar sepanjang 2025. Angka itu menjadi dasar analisis tentang perlunya penerimaan pariwisata ikut membiayai pelestarian lingkungan di Labuan Bajo, dalam tulisan Floresa bertanggal 20 Oktober 2026.

Rinciannya, pajak hotel mencapai Rp78,8 miliar, sedangkan pajak restoran atau Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas penyediaan makanan dan minuman mencapai Rp48,7 miliar. Hotel dan restoran dengan berbagai klasifikasi sebagian besar berada di Kota Labuan Bajo.

Data rinci Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat penerimaan 2025 dari pajak hotel sebesar Rp78,783,955,408.73 dan pajak restoran sebesar Rp48,264,652,205.00. Sumber pemerintah itu menyebut realisasi Pendapatan Asli Daerah mencapai Rp285,179,535,303.45 hingga pukul 13.42 Wita pada Rabu, 31 Desember 2025.

Mengapa penerimaan pariwisata penting bagi lingkungan Labuan Bajo

Pertumbuhan penerimaan memperlihatkan besarnya nilai ekonomi kegiatan wisata bagi Manggarai Barat. Karena itu, analisis tersebut mendorong agar sebagian manfaat fiskal pariwisata diarahkan kembali untuk menjaga lingkungan dan daya tarik destinasi.

Penerapan gagasan itu memerlukan keputusan pemerintah daerah mengenai sumber penerimaan, tujuan penggunaan, serta mekanisme penganggaran dan pengawasannya. Laporan lain tentang Manggarai Barat juga mencatat bahwa pajak hotel dan restoran merupakan sumber utama penerimaan daerah dari sektor pariwisata.

Bagi warga dan pelaku usaha di Labuan Bajo, isu ini menyangkut hubungan langsung antara aktivitas hotel, restoran, kualitas lingkungan, dan keberlanjutan destinasi. Pelestarian yang dibiayai secara terukur dapat membantu menjaga kawasan wisata, tetapi laporan yang tersedia tidak menyatakan adanya kebijakan baru yang sudah menetapkan alokasi khusus tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.