PLN Siapkan Tambahan 343,03 MW untuk Listrik Flores
PLN menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit 343,03 megawatt di Flores, termasuk 162 megawatt panas bumi. Beban puncak diproyeksikan mencapai 134,14 megawatt dalam lima tahun.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Ende — PT PLN (Persero) menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 343,03 megawatt untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik di Pulau Flores. Rencana ini tercantum dalam Rencana Pengembangan Kelistrikan 2025–2034 dan diberitakan pada 24 Oktober 2026.
Tambahan kapasitas tersebut mencakup 162 megawatt panas bumi, serta pembangkit gas, tenaga surya dengan baterai, tenaga air, dan pembangkit arus laut. PLN juga merencanakan penguatan gardu induk dan jaringan transmisi secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan serta kesiapan proyek.
Hingga September 2026, Sistem Flores memiliki daya mampu netto 136,56 megawatt dan beban puncak 105,10 megawatt. Kebutuhan listrik diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen per tahun. Dalam lima tahun ke depan, beban puncak diproyeksikan mencapai sekitar 134,14 megawatt, bertambah hampir 29 megawatt dari kondisi yang disebut saat ini.
Tambahan pembangkit penting bagi layanan listrik Flores
Bagi warga dan pelaku usaha di Flores, rencana ini berkaitan langsung dengan keandalan pasokan listrik saat kebutuhan rumah tangga, pariwisata, investasi, dan kegiatan usaha meningkat. Tambahan pembangkit dibutuhkan bukan hanya untuk melayani beban harian, tetapi juga untuk menyediakan cadangan ketika ada pemeliharaan atau gangguan.
Pengembangan panas bumi menjadi bagian penting karena pemerintah menempatkan Flores sebagai kawasan pengembangan energi panas bumi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut pemenuhan kebutuhan listrik dasar di Flores diarahkan dengan memaksimalkan potensi panas bumi, sekaligus menyiapkan kajian yang mencakup kebutuhan energi, pasokan, lingkungan, sosial, lahan, dan pembiayaan.
PLN menyatakan pengembangan panas bumi tetap memerlukan dialog serta persetujuan masyarakat.
RRI melaporkan bahwa penguatan pembangkit dan jaringan tidak dapat ditunda karena proyeksi kenaikan permintaan mendekati batas daya mampu yang tersedia. Tahap berikutnya yang disebut dalam laporan adalah pembangunan pembangkit, gardu induk, dan jaringan transmisi secara bertahap sesuai kesiapan proyek.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Sosial & Kemanusiaan
Relawan Medis Ingatkan Risiko ISPA di Pengungsian Ende
Relawan medis menyebut ISPA sebagai keluhan terbanyak di pengungsian Ende pada 21 Oktober 2026. Debu musim kemarau dan kepadatan tenda disebut memperb…
Terbaru di Flores Raya

Baca juga





