Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 24 Oktober 2026

Ghaura Chocolatier Resmi Diluncurkan di Labuan Bajo

Ghaura Chocolatier diluncurkan di Jalan Alo Tanis, Labuan Bajo, pada 22 Oktober 2026. Gerai ini menawarkan 12 varian cokelat dengan bahan lokal Flores.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Potongan cokelat putih dan cokelat hitam tersaji di atas meja kayu.
Ilustrasi: Potongan cokelat putih dan cokelat hitam tersaji di atas meja kayu. · Foto: Cemrecan Yurtman / Pexels

Labuan Bajo — Ghaura Chocolatier resmi diluncurkan di Jalan Alo Tanis, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis 22 Oktober 2026. Gerai ini menawarkan cokelat berbahan hasil Flores dan Nusa Tenggara Timur kepada wisatawan.

Produk yang ditawarkan memadukan cokelat dengan kopi, kacang mete, kelapa, gula aren, kenari, serta moringa atau daun kelor. Ghaura Chocolatier menghadirkan 12 varian, terdiri atas dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate. Salah satu produk andalannya adalah dark chocolate dengan kandungan kakao 80 persen.

Produksi cokelat masih dilakukan di Kupang. Labuan Bajo menjadi lokasi pengembangan distribusi dan pengenalan produk kepada pasar wisatawan. Ghaura juga mengembangkan pembibitan dan penangkaran kakao di wilayah Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Cokelat Flores menambah pilihan oleh-oleh wisatawan Labuan Bajo

Kehadiran gerai ini memberi wisatawan pilihan untuk mengenal hasil perkebunan Flores melalui produk yang bisa dinikmati atau dibawa pulang. Bahan lokal seperti kopi, kacang mete, kelapa, dan gula aren dipadukan dalam varian cokelat dengan karakter rasa berbeda.

Sebelumnya, Cafe Ghaura Coklat di Jalan Alo Tanis memperkenalkan menu yang mengaitkan produk dengan tujuan wisata, termasuk Pink Beach Smoothies dan Ghaura Komodo. Pengelola juga menyebut pengunjung berasal dari wisatawan domestik dan mancanegara, terutama dari Eropa, Australia, China, dan Korea.

Ghaura Chocolatier turut mengembangkan produk olahan lain, seperti kue dan minuman cokelat. Langkah berikutnya yang disebut dalam laporan adalah pengembangan pembibitan dan penangkaran kakao di Mbeliling, sementara produksi tetap berlangsung di Kupang.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.